iklan
Pinto Jayanegara juga mencatat bahwa terdapat berbagai aplikasi lain yang dibuat untuk pemerintah desa dapat diintegrasikan dalam Dasbor Desa, seperti aplikasi SDGs Desa (Sustainable Development Goals Desa) dan aplikasi eHDW (e-Human Development Worker) yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Ia menekankan perlunya ekosistem digital di daerah harus dipercepat, agar desa dapat berkolaborasi dari hulu hingga hilir, terutama dalam aspek pemasaran dan pengolahan produk desa. Pinto menganggap bahwa desa memerlukan sentuhan kreatif dan inovasi dari generasi muda untuk memaksimalkan potensi desa. 

"Dengan dukungan dari para pemangku kepentingan di level daerah, dan dengan dorongan DPRD Jambi, diharapkan program Dasbor Desa dapat berperan aktif dalam memajukan desa-desa yang ada di Provinsi Jambi, perlu langkah proaktif dari seluruh pihak dengan penerapan kebjakan yang lebih efisien, sekaligus mengurangi kendala birokrasi yang selama ini sering menghambat kemajuan pembangunan," pungkasnya.(*)


Berita Terkait



add images