"Alhamdullilah sudah dimusyawarahkan dan diselesaikan dengan baik serta juga sudah dibuatkan surat keterangan hilang di Polsek Telanai. Koordinator rombongan juga sudah meminta maaf bahkan keputusan rapat internal rombongan juga sudah mengganti sendiri keterangan kehilangan barang/uang terhadap khafilah," katanya.
Untuk laporan kepolisian yang dibuat terkait penggantian data diri. Dimana membutuhkan surat keterangan hilang pengganti keterangan indentitas berupa KTP yang ikut dicuri utk kembali ke Papua. "Serta dari Polsek Telanai juga terus mengejar pelaku agar ditangkap pelakunya agar mempertanggungjawabkan perbuatannya. Yang jelas pelaku ini buka dari petugas hotel," tegasnya.
Dikatakan Yudhi, sebenarnya, kelalaian tamu tidak menjadi tanggung jawab hotel, karena di dalam kamar sudah diperingatkan untuk berhati-hati menaruh barang berharga.
"Sudah diingatkan untuk berhati-hati, tak mungkin petugas selalu stand by di kamar hotel satu persatu, tetapi kalau ada petugas kita yang melihat pintu tak tertutup pasti akan diberitahukan ke tamunya ya," ucapnya.
Sementara itu, OPD Pemprov yang bertugas sebagai pendamping Kafilah Papua, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi Johansyah tak menjawab konfirmasi dan pertanyaan media daring ini. (aan)
