iklan
"Segala rangkaian kegiatan politik ini telah kita rasakan bagaimana sesuatu terjadi, dengan situasi pemilu itu sendiri dapat saya gambarkan antara lain yang pertama, tantangan PEMILU 2024 masih diwarnai dari residu atau dampak Pilkada dan pemilu tahun 2019," tuturnya.

Rusdi juga menyampaikan bahwa polarisasi dari pemilu dan pilkada 2019 masih ada, dan ini tentunya perlu untuk dicermati bersama. 

"Di media sosial maupun media mainstream yang bisa dirangkum, berita-berita yang memprovokasi berisi berita-berita tentang kebohongan dan lain sebagainya senantiasa menghiasi media sosial yang ada di negeri ini, tentunya perlu kita cermati bersama dan karena di dalamnya isu-isu politik identitas dan SARA tetap ada di sana, tentunya kita sebagai anak bangsa melihat dan menyadari NKRI itu di atas segala-galanya, dibandingkan dengan kepentingan kelompok maupun orang. Semuanya diawali dari media sosial yang tentunya akan merembet ke dunia nyata," terangnya.

Jenderal Bintang Dua tersebut juga berharap, dengan adanya kegiatan koordinasi ini dapat bersama-sama menyamakan persepsi, bersinergi dan berkomitmen untuk seluruh rangkaian kegiatan politik tahun 2024.

"Kita kawal bersama sehingga pesta demokrasi di Provinsi Jambi dapat berjalan aman, damai dan bermartabat sesuai dengan harapan bersama," tutupnya. (raf)


Berita Terkait