iklan
Pemkot Jambi selama ini telah melaksanakan 11 langkah kongkrit upaya pengendalian dan stabilisasi laju inflasi. 11 langkah kongkrit tersebut di antaranya sidak dan pemantauan secara kontinu komoditas konsumsi masyarakat di berbagai pasar, ritel, dan pergudangan, aktif mengadakan bantuan sosial dan program pengentasan miskin ekstrem, pengadaan bantuan berusaha bagi pelaku UMKM, subsidi BBM bagi angkutan umum, operasi rutin atau intervensi operasi pasar bersama Bulog Jambi, melaksanakan gerakan "Payo Menanam Cabai" dan bawang yang melibatkan masyarakat. 

Berkat konsistensi Pemkot Jambi dalam melaksanakan upaya tersebut, pengendalian inflasi di Kota Jambi dalam kurun waktu setahun terakhir, berjalan dengan sangat baik. 

"Pemkot Jambi akan terus berkomitmen berupaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, karena ini adalah isu strategis nasional yang harus kita kawal dengan baik,” pungkasnya.

Menjelang Nataru, Pemkot Jambi akan mengintervensi harga dengan menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah. Kegiatan itu akan melibatkan seluruh stakeholder terkait dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Jambi. Selain itu, Pemkot Jambi melalui TPID Kota Jambi dan Satgas Pangan akan melakukan sidak disejumlah pasar tradisional, ritel modern, dan pergudangan di Kota Jambi, untuk mengantisipasi kelangkaan maupun penimbunan komoditas di Kota Jambi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dalam rilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Oktober 2023, mencatat Kota Jambi mengalami inflasi "month to month" (mtm) sebesar 0,50 persen, dengan IHK sebesar 117,43, inflasi "year on year" (yoy) sebesar 2,44 persen. Kondisi inflasi Kota Jambi masih berada di bawah tingkat inflasi nasional, sebesar 2,56 persen.

Hadir mengikuti rakor tersebut seluruh Staf Ahli Wali Kota Jambi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Jambi, Forkompimda Kota Jambi, Bulog Jambi, dan OPD teknis terkait dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Jambi. (hfz)


Berita Terkait