iklan
"Oh, tentu ini membuat saya senang. Membuat saya sangat bahagia malam ini, sebab dia telah melalukan pekerjaannya dengan luar biasa di turnamen ini. Dia (Ruberto) adalah anak yang selalu ingin berkembang. Jadi saya sangat senang hal ini terjadi. Saya senang, karena dia menjalani turnamen ini dengan baik," tuturnya.

Pencapaian Ruberto ini sayangnya belum bisa memecahkan rekor yang ditorehkan pemain Nigeria, Victor Osimhen yang mencetak 10 gol pada edisi Piala Dunia 2015, di babak 16 Besar. Osimhen masih memegang jumlah gol terbanyak dalam sejarah gelaran Piala Dunia U-17.

Pemegang gelar Sepatu Emas ini diyakini kelak akan menjadi nama besar di sepak bola dunia, seperti Florent Sinama Pongolle (Prancis) yang menjadi top skor Piala Dunia U-17 2001. Di usia mudanya, dia sempat direkrut klub-klub besar seperti Liverpool hingga Atletico Maddrid.

Kemudian, Cesc Fabregas top skor Piala Dunia U-17 2003. Dia merupakan andalan Arsenal dan Barcelona serta menjadi pilar timnas Spanyol.

Osimhen yang rekornya belum terpecahkan, kini bermain di Napoli. Lalu ada Souleymane Coulibaly yang membela Pantai Gading ketika Piala Dunia U-17 2011. Dia mencetak 9 Gol ketika itu dan kini menjadi pelatih timnas Mali U-17.

Pada edisi terakhir di Piala Dunia U-17 2019 di Brasil, penyerang Belanda Sontje Hansen menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan enam gol. Dia sempat direkrut oleh Ajax Amsterdam sebelum kini bermain di NEC Nijemegen. (*)


Sumber: fajar.co.id

Berita Terkait



add images