iklan Ilustrasi
Ilustrasi
"Kami tengah menghadapi kendala saat ini, terutama di kawasan Gang Siku dan Malioboro dimana beberapa kios milik Pemkot Jambi sepi pengunjung. Kami berupaya untuk mengatasi situasi ini dalam satu bulan demi mencapai target PAD hingga akhir tahun," jelasnya.

Kata Amran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mengelola 20 pasar dan berkolaborasi dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta kios pemerintah.

Amran menegaskan rencana untuk memaksimalkan penggunaan aset yang ada ke depan. Ia menjelaskan bahwa peningkatan PAD dari sektor pasar ini hasil dari optimalisasi dan pendataan ulang aset pemerintah.

"Kami terus melakukan penataan di pasar-pasar yang ada, guna meningkatkan kenyamanan bagi pembeli dan pedagang," tambah Amran. 

Di samping sektor pasar, PAD juga mencakup sektor kemetrologian. Amran mengindikasikan bahwa retribusi kemetrologian kemungkinan akan dihilangkan pada tahun depan karena UU Nomor 1 Tahun 2022.

“Tahun ini target untuk Kemetrologian itu Rp 7,25 Miliar, pungkasnya. (hfz)

 

 


Berita Terkait



add images