iklan
Farmasnyah berharap program tersebut cepat terealisasi. Sehingga masyarakat tak khawatir lagi dengan adanya kelangkaan gas 3 Kg. 

Terpisah, Manajer Keuangan PT Siginjai Sakti, Sapta Diraharja juga bercerita mengenai kendala tersebut. 

Sebab, saat audiensi bersama PT Pertagas Niaga beberapa waktu lalu, pihaknya dijanjikan untuk mengelola jaringan gas tersebut.

"Kami (PT Siginjai Sakti) dijanjikan 1.200 sambungan, yaitu jaringan yang berada di Pakuan Baru. Kami yang kelola, baik untuk industri maupun rumah tangga. Tapi sampai sekarang itu gasnya belum mengalir belum bisa dinikmati oleh warga sekitar," katanya.

Pihaknya juga berupaya untuk mengambil alih pengelolaan seluruh jaringan gas yang ada di Kota Jambi ini. Namun saat ini masih dikelola oleh BUMD milik provinsi yaitu PT JII.

"Untuk daerah lain memang dikelola daerah setempat, Kota Jambi sendiri sekarang sudah punya BUMD yang bisa kelola, jadi tidak ada salahnya," jelasnya. (hfz)

 


Berita Terkait



add images