iklan Ilustrasi
Ilustrasi
Kata Junedi, Penjabat Walikota Jambi Sri Purwaningsih harus cepat mengambil langkah dari permasalahan ini.
"Karena ini dana masyarakat. Harapan awal dibentuknya BUMD ini bisa bekerja dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemkot Jambi. Kita tau bagaimana semangat awal Pemkot Jambi untuk mendirikan BUMD Siginjai Sakti dulu," ungkapnya.

Junedi menyebutkan, pihaknya akan segera memanggil pihak PT Siginjai Sakti dan juga Sekda Kota Jambi.
"Mau dijadikan apa PT. Siginjai Sakti ini. Pertemuan nanti kita pertanyakan, mau diapakan, apakah dibubarkan atau dicari penggantinya," ujarnya.

Mengenai minimnya kegiatan yang dilaksakan PT. Siginjai Sakti dan sudah menghabiskan dana sekitar Rp 4 Miliar, Junedi menyebutkan, harus dicari indikasinya.

"Uang yang sudah terpakai harus jelas, kita harus tau. Harus disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.
"Misalkan PT Siginjai Sakti ini tidak bisa dipertahankan maka bubarkan saja. Kalau sudah ada pengunduran diri ini sudah pasti gagal," tutupnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Jambi Putra Abshor Hasibuan mengatakan, jika tidak memiliki arah yang jelas, lebih baik BUMD Siginjai Sakti dibubarkan saja.

"Daripada hanya membayar gaji Direksi saja, lebih baik dibubarkan kalau arahnya tidak jelas. Lebih baik dananya kita alokasikan untuk masyarakat miskin ekstrem," pungkas Abshor. (hfz)


Berita Terkait



add images