iklan
"Mudah-mudahan cepat selesai dan anak-anak bisa kembali belajar di SDN 212 dengan nyaman," ungkapnya. 

Sementara Komisi IV DPRD Kota Jambi, Zayadi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan penutupan itu akses pintu masuk SDN 212 itu oleh pihak ahli waris. 

Namun di satu sisi sebut dia, pihaknya juga memaklumi ahli waris karena memang proses ini sudah lama belum selesai. 

"Kita berharap ahli waris memahami, karena di pemerintah ini ada prosesnya, apalagi masa transisi kepala daerah sebelumnya. Saya rasa malah ini sudah klir, tinggal menunggu proses pembayarannya saja yang harus prosedural," ujarnya. 

"Kami akan lebih intens mendorong pemkot untuk seepatnya memproses pembayaran lahan itu," sebutnya. 

Dengan berpindahnya aktivitas pembelajara pelajar SDN 212 ini sebut Zayadi, tentu berdampak pada siswa. 

"Dimana tadinya leluasa di SDN 212, dipindahkan ke sekolah lain tentu beda. Apalagi kalau masuk siang, tidak kondusif. Ini usia SD,"katanya.

"Kita berharap ahli waris memberi kesempatan ke pemkot Jambi," pungkasnya. (hfz)


Berita Terkait



add images