iklan
Husni menjelaskan bahwa kawasan tersebut jalan raya yang padat, oleh karenanya keselamatan warga dan pengguna jalan yang melintas harus menjadi prioritas.

"Ini kan kawasan jalan raya, jalan sibuk dan rawan kecelakaan, mestinyo mereka fahami itu, artinyo di kawasan ini alat rambu-rambu keselamatan warga harus lebih di prioritaskan, ini bukan jalan lorong, tapi jalan raya
alat keamanan itu dibutuhkan," terang Husni.

Selain meminta pelaksana proyek segera mengambalikan cone dan penutup jalan yang diambil tersebut, Dia juga minta Pemerintah Kota Jambi bersikap tegas kepada pelaksana proyek tersebut.

"Kami warga disini minta pelaksana proyek segera balikkan cone samo plat penutup jalan tu, balikkan lg ketempatnyo. Kami jugo minta ibu Pj Wali Kota Jambi lebih tegas lagi, panggil dan pelaksana proyek ini," pungkasnya.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, warga RT 10 Kelurahan Sulanjana sempat mengancam demo, pasalnya pelaksana proyek sempat hampir 1 bulan meninggalkan pekerjaan diwilayah tersebut.

Warga menyayangkan adanya lobang dari galian yang hanya ditutup dengan tumpukan tanah dan dibiarkan. Sementara antara jalan setapak yang hancur dengan got hanya ditutup dengan plat besi. Bila hujan kata Husni tak jarang warga terpleset saat berjalan dikawasan tersebut.

"Kita heran saja, koq sudah hampir satu bulan ini terkesan dibiarkan, padahal sudah banyak korban terpelesat di kawasan ini, jamaah yang mau ke masjid juga ada yang terpleset, dan belum lama ini ada ibu-ibu pengendara motor yang terpeleset," ujarnya beberapa waktu lalu.

Pihaknya sebut Husni, mengharapkan pekerjaan tersebut segera diselesaikan, dan jalan kawasan mereka dirapikan kembali seperti semula.

Diketahui proyek Jambi Sewerage System akan menangani pengolahan limbah domestik di dua kecamatan di Kota Jambi, yakni pada Kecamatan Jambi Timur dan Pasar. Nantinya dari proyek tersebut akan menyasar 1.000 sambungan. (hfz)


Berita Terkait



add images