"Kalau evaluasi dari tahun lalu, dalam setahun itu, ada 1.000 Gepeng yang kita tertibkan. Ada juga wajah lama muncul lagi, ada juga yang terima bantuan PKH. Karena informasinya mengemis lebih menjanjikan," kata Yunita.
Dia menjelaskan, pada penertiban terakhir kali, para gepeng yang terjaring penertiban didominasi warga pendatang, luar Kota Jambi.
"Kita ada rumah singgah, yang terjaring kita tampung dulu di rumah singgah," jelasnya.
Apalagi sebentar lagi akan menghadapi bulan Ramadhan.
"Jadi gelombang Gepeng diperkirakan akan semakin banyak," pungkasnya. (hfz)
