iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Pemilihan gubernur (Pilgub) Jambi  bakal menarik untuk cermati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Soalnya ada banyak tokoh yang berpotensi menjadi penantang Al Haris, kandidat petahana yang saat ini menjabat gubernur Jambi.

Menyandang status petahana membuat posisi Al Haris sedikit lebih unggul dan sulit untuk digoyang. Terlebih Al Haris kabarnya akan kembali berpasangan dengan Abdullah Sani untuk periode keduanya memimpin Provinsi Jambi.

Meski begitu, sejumlah penantang tetap bermunculan. Nama yang paling kentara adalah Romi Hariyanto, Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang sudah menjabat dua periode. Selain menjabat Bupati, Romi adalah Ketua DPD PAN  Tanjabtim yang pada Pemilu kembali berhasil merebut 50 lebih kursi legislatif.

Romi bukan politisi biasa. Ia belum pernah menelan kekalahan dalam karir politiknya. Terlebih namanya juga mengakar kuat diinternal partai berlambang matahari biru. Keluarganya banyak terlibat dalam membesarkan PAN di Provinsi Jambi.

Sebagai bentuk keseriusannya maju di Pilgub Jambi, Romi sudah melakukan roadshow jauh-jauh hari. Terakhir Romi meresmikan Balai Rakyat yang merupakan wadah pemenangan masyarakat untuk dirinya pada 27 November mendatang.

Hanya saja Romi harus bersaing dengan Al Haris untuk merebut dukungan PAN. Selain karena kandidat petahana, Al Haris merupakan Ketua MPP PAN Provinsi Jambi yang berpotensi diusung kembali pada Pilgub 2024.

Selain Romi, nama lainnya yang berpotensi menjadi penatang adalah mantan Walikota Jambi Sy Fasha. Meski terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu kemarin, peluang dirinya untuk maju di Pilgub belum tertutup.

Terlebih  perolehan suara yang dimiliki Ketua NasDem Provinsi Jambi ini pada Pemilu kemarin sangat signifikan. Ada 72 ribu lebih suara pribadi yang dimiliki, terbesar ada di Kota Jambi yang menjadi basis utama Sy Fasha.

Nama-nama lain ada Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi Cek Endra, Mantan Bupati Tebo Sukandar, Ketua DPD Demokrat Mashuri, mantan Kapolda Sulteng Irjen Pol (purn) Syafril Nursal dan beberapa nama lainnya.

Romi Hariyanto sendiri belum lama ini mempertegas niatannya untuk maju di Pilgub Jambi.

"Insya Allah saya dengan segala pertimbangan dan izin keluarga dan orang tua dengan bismillah saya akan maju sebagai calon Gubernur Jambi bukan calon wakil gubernur Jambi," tegasnya saat meremiskan Balai Rakyat di Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Ia mengaku semua langkah yang akan diambil telah bicarakan bersama tim yang akan ikut serta memenangkan dirinya. Termasuk menjalin komunikasi dengan beberapa partai untuk memuluskan niatnya itu.

"Sudah pendekatan, sudah dikomunikasikan. Insya Allah 90 persen sudah oke. Yang jelas semua berproses ke depan. Semoga habis lebaran kita akan tahu partai mana yang akan jadi pengusung," ungkap.

Terkait calon wakil yang akan dipinang, Romi mengatakan bahwa dirinya sudah memikirkan siapa figur cocok. Namun figure tersebut harus dari Jambi wilayah barat. "Insya Allah habis lebaran semua sudah clear. Kita berharap wakil dari wilayah barat. Yang jelas bisa membawa kemenangan," sebutnya.

Pengamat politik Pahrudin mengatakan, hingga saat ini Al Haris masih yang tertinggi tingkat keterpilihannya. Menurutnya, itu tidak hanya dari lembaga survei Putin, tapi juga lembaga lainnya.

“Peluang terbesar Haris bisa dua periode. Ini terlihat dari beberapa survei terkahir. Termasuk Putin yang kita rilis pada Desember lalu,” katanya.

Untuk pesaingnya, kata Pahruddin, yang terdekat adalah mantan Walikota Jambi Sy Fasha. Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi ini menjadi nama yang paling mendekati dari sisi elektabilitas.

“Untuk pesaing yang terdekat itu adalah Sy Fasha. ini yang paling mendekati. Disamping itu ada juga nama Cek Endra. Sehingga dalam surevi kami ada tiga nama yang paling berpeluang untuk menjadi gubernur, ada Harus selaku petahana, Sy Fasha dan  Cek Endra,” sebutnya.

Menurutnya, apakah Sy Fasha dan Cek Endra bakal maju di Pilgub Jambi itu adalah persoalan lain. Terlebih hingga saat ini belum ada ketegasan dari keduanya melhat pertarungan di Pilgub Jambi. “Jadi peluang itu masih ada, mungkin kemarin baru bertarung di Pileg, sehingga belum terlalu terbuka berbicara soal Pilgub Jambi,” ungkapnya.

Bagaimana dengan Romi? Dosen Universistas Nurdin Hamzah ini menyebutkan bahwa nama Romi juga muncul dalam survei pihaknya. Hanya saja posisi Romi masih berada di bawah 10 persen, terkahir di bulan Desember.

“Tapi langkah Romi patut kita apresiasi, karena dia memilih untuk turun lebih awal menyatakan diri sebagai penantang. Memang ini yang harus dilakukan, karena para penantang ini harus lebih intensif,” katanya.

Terkait komposisi wakil, Pahrudin menyebutkan bahwa banyak sekali pilihan untuk posisi wakil. Ada nama Ratu Munawaroh, Sukandar, Mashuri, termasuk Abdullah Sani serta beberapa figure lainnya.

“Nama yang muncul sebagai wakil ini banyak sekali, banyak pilihannya. Ada Abdullah Sani dan Sukandar dari komunitas Jawa, Safrial serta Mashuri yang memiliki partai Demokrat. Termasuk Ratu Munawaroh, jika tidak bisa masuk sebagai Cagub, maka dia termasuk yang populer dan diinginkan untuk menjadi Cawagub. Jadi wakil ini sangat menentukan sekali,” jelasnya.

Bagaimana dengan keterwakilan wilayah? Pahrudin menjelaskan hal ini tentu akan berpengaruh. Karena tidak bisa dipungkiri juga bahwa pemilih Jambi masih menempatkan pilihannya dengan melihat sisi tersebut.

“Keterwakilan wilayah ini sebenarnya strategi lama, tapi tidak bisa dipungkiri masih efektif. Pemilih kita inikan beragam sekali, ada yang mendasarkan pilihannya pada daerah. Ini juga penting dipertimbangkan,” pungkasnya.

(aiz)

 

 


Berita Terkait



add images