iklan Ak Haris
Ak Haris

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Gubernur Jambi Al Haris angkat bicara terkait penghentian batu bara lewat jalur sungai. Ia blak-blakan menyebut masih ada tongkang nakal yang kerap lalu lalang dimalam hari. 

"Saya meminta tim menghentikan jalur sungai untuk sementara. Karena banyak yang nakal, mereka tadi malam itu lewat malam hari, itu tak boleh karena resiko tinggi sekali," ucapnya.

Al Haris menekankan perlu membina pihak tongkang pengangkut batu bara. Dengan langsung meminta kepada asosiasi (tongkang dan pengusaha) serta tim Satgaswas Gakkum Provinsi Jambi untuk membina kembali pihak terkait yang lewat jalur sungai. 

"Kalau mereka mau patuh dengan aturan, kalau tidak mau kita stop saja. Karena sangat mengganggu warga masyarakat jadi resah ketika melihat jembatannya makin hari makin terganggu (takut) ditabrak," terangnya.

Ditekankan Haris, ketika jembatan menjadi urat nadi aktivitas masyarakat maka langkah penghentian merupakan kebijakan yang diambil. 

"Jadi tidak ada angkutan air sampai kita atur format sebenarnya, kalau mereka (tongkang) masih nakal maka kita repot, mereka itu maling-maling lewat di malam hari, padahal resiko tinggi. Jangankan jembatan orang yang mencari ikan dan perahu juga bisa tertabrak di sungai," jelasnya.

Masih kata Haris, penting bagi pelaku usaha batu bara untuk tertib dalam menjalankan kegiatannya namun tak menganggu kepentingan masyarakat lainnya. 

"Saya berharap semua stakholder dan teman yang terlibat dalam upaya (jalur sungai) ada upaya kesadarannya masing-masing, dari mulai pemilik tongkang, pelaku usaha harus menyadari bahwa kita hidup dibawah aturan bangsa dibawah aturan main yang jelas, agar mereka tak asal lewat kita ada aturan," tegasnya.

Ditanya terkait, percepatan penanganan fender jembatan yang rusak yang diklaim akan ditanggung oleh Perkumpulan Pengusaha Tambang Batu Bara, gubernur berharap cepat direalisasikan. Apalagi perhitungan Balai Jalan harganya mahal.  

"Kita kan (Pemprov) punya konsultan, mereka akan cek fisiknya seperti apa, saya kira kalau hanya fender tak mungkin segitu (Miliaran). Namun kalau merusak tiang jembatan, mungkin akan mahal sekali," ucap Haris.

Kalau sudah dihentikan jalur sungai, tegas Haris, terpaksa Pemerintah daerah yang rugi karena suplay batu bara terhambat ke PLN yang telah berkontrak dengan beberapa tambang di Jambi. 

"Jadinya negara dirugikan karena suplai terganggu, sementara yang ada saja dari pengiriman jalur sungai sebelumnya masih kurang. Ditambah lagi dengan penyetopan ini, nanti coba akan kita atur," ucap gubernur.

Meski jalur air dari Pelabuhan Tenam ke Talang Duku mendapatkan tindakan tegas Pemprov di stop, ternyata angkutan batu bara masih ada yang tetap beroperasi. Diterangkan gubernur rute darat yang beroperasi. 

"Seperti Bungo ke Sumatera Barat tetap jalan," sebutnya.

Sementara terkait kebijakan baru Pemprov Jambi ini pihak PPTB belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Juga terkait progres penanganan kerusakan jembatan, perwakilan PPTB Sapuan Ansori belum bersedia memberikan jawaban karena sedang berada di luar daerah. (aan)


Berita Terkait



add images