JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pasca insiden kekerasan di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) beberapa hari lalu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Plt Kadisdik) Provinsi Jambi M Umar, mengimbau agar orang tua peserta didik untuk mengawasi tontonan anaknya.
Umar menyarankan agar orang tua siswa awasi anak anaknya dalam mengonsumsi tontonan baik berupa film maupun drama atau tontonan lain yang berbau kekerasan.
Karena, kata Umar, di zaman modern ini, tontonan dapat lebih mudah diakses oleh anak anak. Baik dalam berbentuk aplikasi maupun tontonan online di website.
"Jadi saran kami, awasi anak anak Anda terhadap apa yang ia tonton atau akses di internet. Intinya, cegah anak mengakses tontonan berisi kekerasan," ungkap Plt Kadisdik Provinsi Jambi H Umar kepada media.
Menurutnya, ada banyak film bertema remaja yang berbau kekerasan atau perudungan. Baik itu film Korea, Jepang maupun Cina.
BACA JUGA: Gadis 15 Tahun Asal Muaro Jambi Tembus Ajang Indonesian Model Award Nasional di Jakarta
Film film anak SMA sederajat yang bertema perudungan ini, cukup digemari remaja usia SMA saat ini.
"Waspada terhadap tontonan anak. Jangan beri akses mereka menonton film bertema perudungan," jabarnya.
Dengan kurangnya tontonan bertema kekerasan, diharap anak anak dapat lebih patuh kepada orang tua atau tenaga pendidik.
"Sehingga kejadian kekerasan antara siswa dan oknum guru di SMK 3 Tanjabtim itu tak terulang lagi," tutupnya.
Selain itu, pedekatan keagamaan juga dipercaya dapat menjauhkan anak dari sifat menyukai kekerasan.(*)
