JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pembangunan overpass di STA 111+250, tepatnya pada ruas Tol Palembang–Betung Seksi 3.
Sehubungan dengan pekerjaan tersebut, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup jalur di Jalan Nasional Lintas Timur Sumatra Palembang–Betung KM 69–71, baik dari arah Palembang menuju Jambi maupun sebaliknya.
BACA JUGA: Harga Cabai Tembus Rp50 Ribu, Petani Muaro Jambi Justru Buang Hasil Panen
Penerapan buka-tutup jalur dilakukan pada malam hari, yakni pada tanggal 30–31 Januari 2026, 1–2 Februari 2026, serta 11–14 Februari 2026. Rekayasa lalu lintas ini berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB dengan durasi kurang lebih 60 menit setiap sesi.
Skema yang diterapkan adalah penutupan jalur selama 60 menit, kemudian dibuka kembali selama 60 menit, dan berlangsung bergantian hingga waktu yang telah dijadwalkan.
Pengaturan lalu lintas ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi di lapangan.
BACA JUGA: Kerugian Capai Rp300 Juta! Kebakaran Hebat di Thehok Jambi Hanguskan Enam Kios, Satu Korban Jiwa
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kelancaran rekayasa lalu lintas tersebut.
“Agar lalu lintas tetap aman dan terkendali selama proses pekerjaan berlangsung, kami berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Sumsel, Satlantas Polres Banyuasin, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel Kementerian Pekerjaan Umum, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin,” ujar Mardiansyah.
Selain itu, jalur buka-tutup juga dilengkapi dengan akses darurat yang dapat digunakan oleh ambulans dan mobil pemadam kebakaran apabila terjadi kondisi darurat. Di lokasi pekerjaan turut dipasang rambu-rambu, marka jalan, penerangan, serta perangkat keselamatan lainnya.
BACA JUGA: Status Tersangka Dicabut, Kasus Guru Honorer di Muaro Jambi Berakhir Damai
Hutama Karya bersama instansi terkait juga menyiagakan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik krusial serta melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi agar informasi pengalihan arus dapat diterima masyarakat secara luas.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutup Mardiansyah.
Sebagai informasi, Tol Palembang–Betung Seksi 3 Mainroad merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada ruas Kayu Agung–Palembang–Betung. Ruas ini nantinya akan terhubung langsung dengan Tol Betung–Tempino–Jambi dan Tol Palembang–Indralaya.
Keberadaan tol ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di kawasan Palembang–Banyuasin serta memperlancar arus logistik menuju kawasan industri di Sumatra Selatan. Setelah beroperasi penuh, waktu tempuh Palembang menuju Betung diperkirakan berkurang dari sekitar dua jam menjadi 45 menit.(*)
