JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Bupati Muaro Jambi, Dr Bambang Bayu Suseno, SP, MM, M.Si, menyalurkan bantuan kepada Harun, warga RT 03 Desa Tanjung Ulu, Kecamatan Kumpeh Ilir, yang rumahnya ludes terbakar akibat kebakaran, Jumat (6/2).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan respons cepat Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi atas musibah kebakaran yang menimpa warganya. Kehadiran langsung Bupati di lokasi kejadian menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.
BACA JUGA: NasDem Peduli: Sy Fasha Bagikan Sembako Gratis Untuk Warga Tionghoa Tidak Mampu
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty, SE, serta sejumlah pejabat terkait. Mereka menyerahkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi dan atas nama pribadi, kami turut prihatin atas musibah kebakaran ini. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban korban dan membantu memenuhi kebutuhan mendesak pasca kejadian,” ujar Bambang Bayu Suseno.
BACA JUGA: Dewan Desak Jalan Renah Pemetik Diaspal, Akses Pungut Mudik–Sungai Tutung Mulai Diperbaiki
Bupati yang akrab disapa BBS itu menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan wujud empati dan tanggung jawab pemerintah daerah.
“Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian sekaligus empati kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kami ingin memastikan pemerintah hadir, mendampingi, dan memberikan dukungan moril agar korban tetap kuat dan mampu bangkit,” katanya.
Meski demikian, Bupati mengakui bantuan yang diberikan belum sebanding dengan kerugian yang dialami korban. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban dan menjadi bukti perhatian pemerintah kepada warganya.
BACA JUGA: Alfamart di Citra Raya City Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta dan Ratusan Bungkus Rokok Raib
Diketahui, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik dan terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 20.00 WIB. Bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari papan membuat api cepat membesar hingga rumah tidak dapat diselamatkan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban mengalami kerugian materiil yang hingga kini masih dalam pendataan. (wan)
