JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap keuangan desa di Kabupaten Tanjabtim). Tahun 2026, total Dana Desa yang diterima daerah ini turun drastis dari sebelumnya sekitar Rp68 miliar menjadi hanya Rp24 miliar untuk 73 desa.
Kepala Bidang Pembangunan Desa Dinas PMD Tanjabtim, Rica Saputra, menyebutkan penurunan tersebut mencapai sekitar 63 persen. Menurutnya, pada tahun ini Dana Desa yang disalurkan merupakan Dana Desa reguler setelah sebagian anggaran dialihkan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Pembagian Dana Desa bervariasi, tergantung jumlah penduduk dan luas wilayah. Untuk desa terpencil seperti Sungai Benuh dan Sungai Ular, paling besar hanya sekitar Rp350 juta," ujarnya.
Ia menjelaskan, berkurangnya anggaran tersebut akan berdampak langsung terhadap berbagai program prioritas desa. Pasalnya, Dana Desa juga digunakan untuk membiayai honor kader Posyandu, tenaga PAUD, Bantuan Langsung Tunai (BLT), pemberian makanan tambahan hingga penanganan stunting.
BACA JUGA: Meriah! Festival Arakan Sahur 2026 di Tanjung Jabung Barat Resmi Dibuka Wagub Abdullah Sani
"Dengan kondisi ini, tentu tidak semua kebutuhan bisa terakomodir secara maksimal," katanya.
Selain Dana Desa, efisiensi juga terjadi pada Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Tanjabtim. Dari sebelumnya sekitar Rp79 miliar, kini hanya tersisa sekitar Rp50 miliar.
Menurut Rica, ADD tersebut difokuskan untuk pembayaran gaji perangkat desa dan pegawai syara’. Untuk gaji perangkat desa dipastikan masih mencukupi, namun pegawai syara’ berpotensi mengalami pengurangan.
"Kalau untuk perangkat desa masih aman, tapi pegawai syara’ kemungkinan akan berkurang," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap ada skema alternatif dari pemerintah guna mendukung pembangunan desa di tengah keterbatasan anggaran. Meski demikian, pemerintah desa diminta tetap menjalankan roda pemerintahan secara optimal dengan memanfaatkan anggaran yang ada secara efektif dan tepat sasaran.
"Yang penting sekarang bagaimana anggaran yang ada digunakan seefektif mungkin sesuai kebutuhan dasar," pungkasnya.(lan)
