JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Anggota Komisi XII DPR RI dari Partai NasDem Dapil Provinsi Jambi DR H Syarif Fasha ME, melakukan kunjungan kerja ke kantor PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi di bilangan Jambi Timur, Jumat pagi (27/2).
Saat kunjungan itu, Fasha diterima oleh Manager UBP Jambi Vicentius Fanny Janu Fidianto, Asisten Manager Keuangan dan Umum Ahmadi, Asisten Manager Enginering Galih Sucipto Dananjaya, Asisten Manager Operasi dan Pemeliharaan Hasymi Irawan, Manager Sungai Gelam Prima Yudi dan Manager Payo Selincah Bagus Triyanto.
PLN Indonesia Power UBP Jambi sendiri mengelola dua pembangkit. Yakni PLTG Payo Selincah dengan DTP 50 MW, DMN 46,7 MW dan PLTMG Sungai Gelam dengan DTP 107,3 MW DMN 93,5MW.
Kemampuan dua pembangkit itu yang hanya berkisar 150 MW tak mampu mengimbangi kebutuhan Provinsi Jambi sekitar 450 MW saat beban puncak.
Hal ini yang melatarbelakangi kunjungan Fasha ke PLN UBP ini.
‘’Berarti Provinsi Jambi mengalami devisit energi listrik sebesar 300 MW. Kekurangan ini didrop dari PLTA Sumbar dan Sumsel,’’ kata Fasha.
Fakta ini, kata Fasha, meskipun Provinsi Jambi kaya dengan sumber bahan bakar fosil (minyak, gas dan batu bara) tetapi kekurangan energi.
‘’Ini sangat ironis. Untuk itu, Saya bersama anggota DPR RI Komisi XII Dapil Jambi lainnya akan memperjuangkan agar Provinsi Jambi tidak lagi bergantung dari Sumbar dan Sumsel dengan memanfaatkan SDA yang ada,’’ jelas Fasha.
Tahap pertama, sebut Fasha, memperjuangkan Provinsi Jambi menjadi PLN wilayah. Kemudian tahap berikutnya memperjuangkan agar di Jambi ada PLTU mulut tambang, sehingga Batu bara tidak lagi dibawa ke luar dari jambi dengan mempergunakan jalan umum seperti saat ini.
‘’Apabila PLTU mulut tambang terwujud, maka Provinsi Jambi akan ‘Mandiri Energi’ dan bisa mensuplay provinsi terdekat,’’ sebutnya.
Sementara itu, Manager UBP Jambi Vicentius Fanny Janu Fidianto, dua pembangkit ini berkapasitas lebih kurang 150 MW, namun kebutuhan untuk Provinsi Jambi secara keseluruhan adalah lebih kurang 400 MW.
‘’Sisanya bisa tertutupi karena kita interkoneksi Sumatera. Kita harus akui, kita masih devisit daya,’’ ujarnya di hadapan Fasha.
Ia menambahkan, untuk seluruh pembangkit listrik UBP Jambi saat ini sudah menggunakan bahan bakar gas yang dipasok oleh TGI.
‘’Yang menjadi PR kami saat ini adalah terkait suku cadang mesin. Ketika dibutuhkan penggantian komponen mesin dengan suku cadang spesifik, agak susah, karena bengkel yang ada di sini terbatas. Kita terpaksa harus mencari di luar Jambi. Kalau untuk pasokan gas, tidak ada masalah,’’ jelasnya.
Persoalan lainnya disampaikan oleh Manager Keuangan dan Umum Ahmadi. Menurutnya, ada rencana relokasi pembangkit yang di Payo Selincah ke Aceh. Untuk itu, dia berharap bantuan dari Fasha agar relokasi ini tidak dilakukan.
‘’Kita berharap pembangkit di Payo Selincah tetap ada, jangan sampai direlokasi ke Aceh. Kami berharap bantuan dari Pak Fasha,’’ ujarnya.
Menanggapi hal ini, Fasha mengatakan, tujuannya melakukan Kunker ke PLN UBP Jambi ini memang dalam rangka mendengar aspirasi dari PLN yang notabenenya merupakan mitra Komisi XII.
‘’Aspirasi dari bapak semua tentu akan Saya sampaikan ke pusat,’’ ujarnya.
Terkait relokasi pembangkit, Fasha langsung menghubungi salah satu petinggi PLN di Jakarta via handphone. Nantinya, ia berjanji akan membicarakan masalah itu di Jakarta. (*)
