JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Bencana alam berupa longsor dan pohon tumbang terjadi di ruas jalan Sungai Penuh–Tapan KM 35 kawasan Puncak. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Kerinci mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan.
Kasi Humas Polres Kerinci, IPTU D.S. Sitinjak, menyampaikan bahwa hingga saat ini proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Kondisi jalan belum sepenuhnya pulih, terutama untuk kendaraan angkutan berat.
BACA JUGA: Tak Ada Biaya! Luka Operasi Terbuka, Warga Simpang Rimbo Ini Hanya Bisa Menahan Sakit di Rumah
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur Sungai Penuh–Tapan. Saat ini hanya kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat jenis minibus yang dapat melintas secara terbatas, sementara kendaraan truk belum dapat melintas,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menyarankan masyarakat untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut jika tidak dalam keadaan mendesak. Hal ini dikarenakan potensi longsor susulan masih tinggi akibat curah hujan yang intens.
BACA JUGA: Event Kerinci 100 2026 Mendunia, Perkuat Daya Tarik Sport Tourism Jambi
Selain itu, pengguna jalan diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengurangi kecepatan di area rawan longsor, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi tidak memungkinkan.
Peristiwa longsor ini dilaporkan masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Hasil pengecekan menunjukkan terdapat empat titik longsor. Dua titik hanya menutup sebagian badan jalan dan masih bisa dilalui kendaraan kecil, sementara dua titik lainnya disertai pohon tumbang yang cukup menghambat akses.
BACA JUGA: Progres Sekolah Rakyat di Jambi Capai 16 Persen, Pekerjaan Dikebut Kejar Target
Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Penuh, AKP Eko Munkoid, bersama personel. Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas gabungan bersama operator alat berat dari Balai Jalan PUPR Provinsi Jambi mulai melakukan pembersihan material.
Namun, proses evakuasi sempat terkendala akibat kerusakan pada alat berat, tepatnya pada bagian selang sekitar pukul 23.30 WIB, sehingga pembersihan belum maksimal.
Akibat kejadian ini, sekitar tujuh unit kendaraan truk masih tertahan di lokasi dan menunggu proses pembukaan jalan selesai. Meskipun demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas PUPR, guna mempercepat penanganan dengan mendatangkan alat berat tambahan agar akses jalan dapat segera normal kembali.(Hdp)
