JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Harapan warga Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, untuk menikmati jaringan gas (jargas) rumah tangga hingga kini masih sebatas angan. Meski instalasi telah terpasang sejak sekitar 10 tahun lalu, aliran gas tak kunjung dirasakan masyarakat.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga, khususnya di RT 08. Program yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut dinilai hanya menjadi “pajangan” tanpa manfaat nyata.
BACA JUGA: Pemusnahan Barang Bukti Sabu dan Ganja di Polres Kerinci, 18 Perkara Ditindak
Padahal, jargas diharapkan menjadi solusi alternatif kebutuhan energi rumah tangga, terutama saat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kerap terjadi.
Sorotan terhadap mandeknya program ini juga datang dari Fraksi NasDem DPRD Kota Jambi dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi terhadap LKPJ Wali Kota Jambi Tahun 2025, Senin (6/4/2026).
BACA JUGA: 9 Kebakaran Terjadi di Tanjabtim Awal 2026, 33 Rumah Warga Terdampak
Juru Bicara Fraksi NasDem, Martua Muda Siregar, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jambi yang telah memperjuangkan tambahan kuota sambungan gas rumah tangga.
Namun di sisi lain, ia menegaskan pentingnya optimalisasi jaringan yang sudah terpasang, khususnya di Pakuan Baru.
BACA JUGA: Sempat Terlantar dengan Luka Operasi Terbuka, Kini Maya Akhirnya Ditangani di RS
“Ada penambahan 13.235 sambungan rumah, bahkan berpotensi hingga 50 ribu. Tapi kami minta yang sudah terpasang segera difungsikan,” tegasnya.
Data menunjukkan, sedikitnya 1.074 sambungan rumah di wilayah tersebut hingga kini belum bisa digunakan.
