JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kerinci, Jambi, mengeluhkan belum cairnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama tiga bulan terakhir. Kondisi ini mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari para pegawai.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan ini dipicu oleh penolakan usulan tunjangan baru dari sejumlah dinas oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Usulan tersebut dinilai tidak sesuai dengan aturan serta kemampuan keuangan daerah, sehingga berdampak pada tertundanya pencairan TPP yang biasanya rutin dibayarkan.
BACA JUGA: Ini Daftar Kader PAN Jambi yang Berpotensi Maju di Pilgub, Siapa Saja?
Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Kerinci yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, lebih dari 3.000 ASN terdampak dalam persoalan ini.
“Kita berharap hal ini bisa segera diselesaikan karena menyangkut hak ASN,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlambatan ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan sudah menyentuh kebutuhan hidup ASN dan keluarga mereka.
BACA JUGA: 5 Unit Rumah Terbakar di Kawasan Padat Penduduk Arab Melayu, Api Diduga Berasal dari Tungku Masak
“Ini bukan hanya soal administrasi, tapi juga soal kebutuhan hidup ASN dan keluarganya,” tambahnya.
Hingga kini, belum ada kepastian terkait jadwal pencairan TPP. Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan ASN yang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Sementara itu, Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kerinci saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini dipublikasikan.
BACA JUGA: Cegah Risiko Sejak Dini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Latih Warga Tanggulangi Kebakaran
Situasi ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk segera menyelesaikan persoalan serta mengembalikan kepercayaan para ASN.(hdp)
