"Penggantian nanti akan kita dorong di kloter 25 tanggal 20 Mei," tambahnya.
Diketahui, dua jemaah yang menunda keberangkatan tersebut merupakan pasangan suami istri yang berusia di kisaran 50-an tahun. Berdasarkan keterangan Wahyudi, pembatalan ini bukan disebabkan oleh penyakit fisik, melainkan kondisi psikis yang dialami oleh sang istri.
"Informasi yang kita dapat, beliau ini bukan sakit fisik, tapi kondisi psikis. Jadi kalau di keramaian itu sesak napas," jelas Wahyudi.
Lantaran sang istri harus menjalani proses pengobatan dan menunda keberangkatan, sang suami pun memutuskan untuk tidak berangkat dan menemani istrinya.
Sementara itu, untuk jadwal pemberangkatan pada hari tersebut, Wahyudi menyebutkan seharusnya ada sebanyak 445 orang dari Kota Jambi yang diberangkatkan, yang terdiri dari jemaah dan petugas haji. (aan)
