“Kalau tidak ada pesantren, bagaimana kita mencetak anak-anak yang punya ilmu, punya iman, punya takwa, dan berakhlak mulia,” kata Gubernur Al Haris.
Kepada para wisudawan, Gubernur menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas prestasi serta kelulusan yang diraih. Gubernur berharap ilmu yang diperoleh menjadi bekal yang membawa berkah dan menjadikan para alumni sebagai generasi berakhlak mulia yang mampu memberikan kontribusi bagi agama, keluarga, masyarakat, dan negara.
“Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta mengantarkan Ananda menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi agama, diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Ustaz Asrofi Asror, M.Pd., menyampaikan pesan dan kesan di hadapan seluruh majelis guru, pengurus Yayasan Al-Anwar Jambi, para santri, dan hadirin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya pengabdian bagi seorang santri. Menurutnya, santri yang mengabdikan tenaga, waktu, dan ilmu lebih utama daripada sekadar cerdas atau rajin tanpa pengabdian.
Pengasuh juga mengutip nasihat As-Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani yang menekankan proses pembelajaran yang berkelanjutan, keteguhan ilmu melalui murojaah (pengulangan), keberkahan melalui khidmah (pengabdian), dan kemanfaatan melalui ridha (keridaan). Ia menegaskan bahwa ilmu harus melekat di hati dengan rajin membuka, membaca, dan mengulang pelajaran.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi senilai Rp20 juta kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Petanang, Kabupaten Muaro Jambi. (*)
