iklan Pos Damkar Hiang di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci. Saat ini pos tersebut tidak memiliki armada mobil pemadam kebakaran karena kendaraan yang sebelumnya digunakan mengalami kerusakan berat.
Pos Damkar Hiang di Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci. Saat ini pos tersebut tidak memiliki armada mobil pemadam kebakaran karena kendaraan yang sebelumnya digunakan mengalami kerusakan berat.

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kerinci menarik personel dan armada pemadam kebakaran (Damkar) dari sejumlah pos mendapat sorotan dari masyarakat. Langkah tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga karena beberapa wilayah kini tidak lagi memiliki layanan pemadam kebakaran yang siaga.

Sejumlah pos Damkar dilaporkan tidak lagi beroperasi setelah armada dan personelnya dipindahkan ke lokasi lain. Pos Damkar Hiang dipindahkan ke wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VII, sedangkan Pos Damkar Bukit Kerman dialihkan ke Lempur. Akibat kebijakan tersebut, beberapa kecamatan kini praktis tidak memiliki pos Damkar aktif.

BACA JUGA: Petani Pare Muaro Jambi Menjerit, Harga Jual Turun Saat Pupuk dan Bibit Melambung

Saat ini, layanan Damkar yang masih beroperasi hanya berada di beberapa titik, yakni Semurup dengan satu unit armada, Siulak dua unit armada, Kayu Aro satu unit armada, dan Sungai Abu satu unit armada. Sementara Kecamatan Tanah Cogok, Sitinjau Laut, Bukit Kerman, hingga Batang Merangin dilaporkan tidak lagi memiliki armada Damkar yang siaga.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga menilai jarak tempuh armada pemadam yang semakin jauh dapat memperlambat proses penanganan apabila terjadi kebakaran.

BACA JUGA: Pelaku Penyerangan Dua Polisi di Pasar Angso Duo Ditangkap, Hasil Tes Urine Positif

“Kalau terjadi kebakaran, siapa yang cepat sampai? Jaraknya jauh sekarang. Ini sangat berbahaya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk segera mengaktifkan kembali pos-pos Damkar yang telah ditarik. Mereka menilai keberadaan pos pemadam kebakaran sangat penting sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat.

Selain itu, warga juga menyoroti pengelolaan pos Damkar yang sebelumnya disebut sempat kosong tanpa aktivitas. Menurut mereka, penarikan armada bukanlah solusi yang tepat, melainkan justru memperparah minimnya pelayanan di lapangan.

BACA JUGA: Kasi Pidum Kejari Muaro Jambi Resmi Dilantik

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Damkar Kabupaten Kerinci, Siswadi, menjelaskan bahwa Pos Damkar Hiang masih memiliki personel yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara tenaga PPPK paruh waktu telah disebar ke sejumlah pos untuk pemerataan pelayanan.

Menurut Siswadi, salah satu alasan utama penarikan armada adalah kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan berat, khususnya armada yang sebelumnya ditempatkan di Pos Damkar Hiang.

“Armada Damkar Hiang mengalami kerusakan berat. Untuk perbaikan membutuhkan anggaran besar, sementara saat ini kita masih dalam kondisi efisiensi anggaran,” ujarnya kepada Jambi Ekspres.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan tambahan anggaran melalui pembahasan APBD Perubahan bersama DPRD guna memperbaiki armada yang rusak sehingga dapat kembali dioperasikan.

Adapun pos Damkar yang terdampak penarikan armada meliputi Pos Lubuk Paku di Kecamatan Batang Merangin, Pos Pondok di Kecamatan Bukit Kerman, Pos Tanjung Tanah di Kecamatan Tanah Cogok, Pos Hiang di Kecamatan Sitinjau Laut, Pos Aroma Peko di Kecamatan Kayu Aro Barat, dan Pos Pelompek di Kecamatan Gunung Tujuh.

Di tengah meningkatnya potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan layanan pemadam kebakaran tetap tersedia secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci. Keberadaan pos Damkar yang aktif dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi melindungi keselamatan warga dan meminimalkan kerugian akibat kebakaran. (Hdp)


Berita Terkait



add images