iklan Lima Kecamatan Gambut Jadi Prioritas Pengawasan Karhutla
Lima Kecamatan Gambut Jadi Prioritas Pengawasan Karhutla

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menjelang puncak musim kemarau tahun ini. Potensi cuaca kering yang dipengaruhi fenomena El Nino membuat pemerintah daerah bergerak lebih cepat dengan memperkuat langkah mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan personel, serta mengoptimalkan pengawasan di wilayah rawan kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan upaya pencegahan karhutla telah dilakukan sejak dini melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Usulan IJD 2026 Ditenggat Minggu Ini, BPJN Jambi Kebut Pengumpulan Data ke Pusat

"Kami tidak ingin hanya bergerak saat kebakaran terjadi. Karena itu, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan sudah kami lakukan sejak awal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Harapannya, potensi karhutla pada musim kemarau tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin," ujar Anari, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, koordinasi intensif antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, hingga pemerintah desa menjadi fondasi utama dalam menghadapi ancaman karhutla. Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan pemadam, sosialisasi kepada masyarakat juga terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran akan bahaya pembakaran lahan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan IJD 2025 Sepanjang 1.151 Km, 38 Km Ada di Jambi, Al Haris : Tahun Ini Berlanjut

Anari menjelaskan, fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi pola cuaca tahun ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan akibat berkurangnya curah hujan. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi wilayah yang didominasi lahan gambut karena sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan ketika api sudah meluas.

"Sinergi seluruh pihak menjadi kunci. Dukungan TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan. Kami terus mendorong edukasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," katanya.

Selain langkah preventif, BPBD juga akan mengoptimalkan operasi darat pada titik-titik rawan yang jauh dari sumber air. Untuk menjaga kelembapan lahan gambut selama musim kemarau, keberadaan kanal-kanal air akan dimaksimalkan sebagai salah satu strategi utama pencegahan karhutla.

BACA JUGA: Kukuhkan Pejabat BPKP, Gubernur Al Haris Pertegas Komitmen Bersama Kawal Keuangan Daerah

Tahun ini, Pemkab Muaro Jambi memberikan perhatian khusus terhadap lima kecamatan yang masuk kategori rawan karhutla, yakni Kecamatan Maro Sebo, Taman Rajo, Kumpeh, Kumpeh Ulu, dan Sungai Gelam. Kelima wilayah tersebut memiliki karakteristik lahan gambut yang membuatnya lebih rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau panjang.

"Pencegahan tetap menjadi prioritas utama. Semakin cepat potensi kebakaran terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang kita mencegah karhutla meluas. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga Muaro Jambi tetap aman selama musim kemarau," tandasnya. (wan)


Berita Terkait



add images