JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Menunggu bus di terminal kini tak lagi membosankan. Lewat inovasi berkonsep mixed-use, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi berhasil menyulap area terminal jambi dilengkapi sarana olahraga biliiard.
Langkah kreatif ini langsung mendapat apresiasi dari Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, Toni Tauladan. Saat meresmikan fasilitas billiard tersebut pada Kamis (23/7/2026) sore, Toni memuji kinerja Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, yang dinilainya selalu konsisten menghadirkan inovasi sejak bertugas di Banten hingga kini memimpin di Jambi.
BACA JUGA: Polda Jambi Periksa 13 Saksi Terkait Kematian Brigadir EWS, 5 di Antaranya Anggota Polres Tanjabtim
"Saya penginnya cita-cita beliau tuntas dulu lah di sini. Masih ada waktu tiga sampai empat tahun, minimal satu tahap berjalan dulu nanti. Mudah-mudahan niat baik ini diamini Yang Di Atas," ujar Toni yang mewakili Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan ini.
Transformasi terminal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 24. Melalui optimalisasi Barang Milik Negara (BMN), terminal mix use yakni berarti tidak lagi sekadar menjadi tempat naik-turun penumpang, melainkan hidup sebagai ruang publik untuk aktivitas ekonomi, sosial, hingga olahraga.
BACA JUGA: Diduga Akibat Korsleting, Satu Unit Mobil di Kumpeh Ulu Hangus Terbakar
Sementara itu salah seorang warga jambi yang juga perwakilan Perusahaan Otobus (PO) memuji kinerja Kabalai Benny. Sejak Benny memimpin instansi vertikal Kemenhub di Jambi banyak inovasi yang dilakukan mulai dari perbaikan fasilitas dan percantikan area terminal, menciptakan coffe shop hingga rencana revitalisasi dan perluasan terminal.
"Sudah pantas pak Kabalai Benny naik kelas agar terminal di Indonesia ini lebih baik lagi semuanya, " sebut pria meminta tak ditulis namanya ini.
Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, memaparkan bahwa fasilitas baru ini sangat memanjakan pengunjung.
BACA JUGA: Enam Orang Diamankan dalam Operasi Antik di Legok Jambi, Hasil Tes Urine Positif Narkoba
"Di Terminal Jambi ini disediakan 12 meja biliar lengkap dengan ruang VIP dan view yang bagus. Ditambah lagi, ada rute kendaraan listrik Pemkot Jambi yang melintas di sini," ungkap Benny.
Lebih dari sekadar tempat hiburan dan olahraga, inovasi ini terbukti berdampak positif pada kas negara. Karena terminal kini tidak lagi memungut biaya masuk (peron), pendapatan murni didorong dari penyewaan lahan komersial.
Fasilitas biliar ini sukses menyumbang tambahan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp120 juta. Angka fantastis ini langsung mengantarkan BPTD Kelas II Jambi masuk ke dalam daftar tiga besar penyumbang PNBP terminal terbesar secara nasional. Tren positif ini bahkan mulai menular ke Terminal Bungo yang kini makin dilirik oleh para pelaku usaha.
Terkait harga sewa lahan, Benny memastikan semuanya berjalan transparan dan berkeadilan demi melindungi UMKM. Penentuan besaran tarif sewa tidak diputuskan secara sepihak oleh BPTD, melainkan ditinjau dan ditetapkan langsung oleh Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). (aan)
