iklan Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Khayangan Mati Hampir Sepekan, Distribusi Diberlakukan Sistem Gilir
Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Khayangan Mati Hampir Sepekan, Distribusi Diberlakukan Sistem Gilir

JAMBIUPDATE.CO, SUNGAI PENUH – Pelayanan air bersih dari PDAM Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh kembali dikeluhkan masyarakat. Warga Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, mengaku pasokan air tidak mengalir selama hampir satu pekan, sehingga mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.

Seorang warga mengatakan, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, gangguan distribusi air telah berulang selama bertahun-tahun tanpa solusi yang benar-benar tuntas.

BACA JUGA: Pemkab Muaro Jambi Serahkan 10 Besar Calon Pimpinan Baznas ke Baznas RI

"Sudah hampir satu minggu air tidak mengalir. Ini bukan kejadian baru, tapi sudah berulang kali terjadi selama bertahun-tahun. Yang membuat kami kecewa, tidak ada informasi resmi ataupun kepastian kapan air kembali normal," ujarnya.

Akibat terhentinya pasokan air, warga terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga air minum keluarga.

BACA JUGA: Dr. Suci Nora Julina Putri Jadi Moderator Seminar Nasional 2026, Soroti Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital

Selain mengeluhkan gangguan distribusi, masyarakat juga menyoroti minimnya informasi dari pihak PDAM. Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya aktivitas perbaikan yang jelas di lapangan maupun penjelasan resmi mengenai penyebab gangguan.

Sebagai perusahaan daerah yang memberikan pelayanan publik, PDAM Tirta Khayangan dinilai perlu meningkatkan respons terhadap keluhan pelanggan, termasuk menyampaikan informasi secara terbuka mengenai kondisi yang terjadi.

Warga juga mendesak agar PDAM segera mempercepat perbaikan jaringan distribusi, menerjunkan tim teknis ke lokasi, serta menyediakan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki selama pasokan belum kembali normal.

BACA JUGA: Polisi Buru Pelaku Pencurian Minyak Pipa Pertamina di Paal X, Kapolsek Kota Baru: Nomor HP Pelaku Sudah Dilacak

Menanggapi keluhan tersebut, pihak PDAM Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh menyampaikan bahwa gangguan pasokan air masih dalam proses penanganan. Untuk sementara, distribusi air diberlakukan dengan sistem penggiliran karena berkurangnya debit air baku.

PDAM menjelaskan bahwa jadwal distribusi bergilir bersifat sementara dan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan. Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Meski demikian, masyarakat berharap sistem penggiliran tidak menjadi solusi jangka panjang. Warga meminta adanya langkah konkret untuk memulihkan distribusi air secara normal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi informasi, dan kecepatan penanganan setiap keluhan pelanggan. (Hdp)


Berita Terkait



add images