JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Mantan Ketua BMW (Barisan Muda Wo Haris) pada Pemilu 2024, Khairon Fauzi, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan seleksi pendamping program bedah rumah yang diselenggarakan Dinas Perkimtan Provinsi Jambi. Menurutnya, proses seleksi yang hanya berlangsung selama dua hari telah memunculkan pertanyaan serius mengenai komitmen terhadap prinsip transparansi dan keterbukaan.
Khairon menilai jangka waktu tersebut terlalu singkat untuk menjamin kesempatan yang setara bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan. Ia membandingkan proses tersebut dengan rekrutmen pendamping Program BSPS oleh pemerintah pusat melalui balai, yang menurutnya memberikan waktu lebih panjang dan tahapan yang lebih jelas sehingga dapat diikuti secara terbuka oleh masyarakat.
"Saya mempertanyakan dasar penetapan waktu seleksi yang hanya dua hari. Proses seperti ini berpotensi menimbulkan persepsi bahwa kesempatan tidak diberikan secara luas kepada publik," Ujar Khairon melalui press release yang diterima jambiupdate.
Khairon juga menyatakan telah berupaya melakukan tabayun dengan meminta kesempatan bertemu Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Jambi, Nasrul, untuk memperoleh penjelasan secara langsung. Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut tidak berhasil karena ia belum memperoleh kesempatan bertemu.
"Pejabat publik seharusnya membuka ruang komunikasi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Ketika ruang klarifikasi tidak terbuka, wajar apabila publik mempertanyakan proses yang berlangsung," kata Khairon.
Atas dasar itu, Khairon mendesak Dinas Perkimtan Provinsi Jambi untuk membuka secara terbuka seluruh tahapan seleksi, mulai dari dasar hukum pelaksanaan, mekanisme pengumuman, jumlah pelamar, kriteria penilaian, hingga dasar penetapan peserta yang dinyatakan lulus. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian dari akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.(*)
