iklan Wagub Sani Pimpin Rakor MTQH Provinsi 2026, Akan Hadirkan Hakim Nasional dan 2 Cabang Lomba Baru
Wagub Sani Pimpin Rakor MTQH Provinsi 2026, Akan Hadirkan Hakim Nasional dan 2 Cabang Lomba Baru

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi terus mematangkan persiapan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat provinsi tahun 2026. Pagelaran akbar ini akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar Selasa (4/8/2026) bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota, disepakati adanya penambahan dua cabang lomba baru yang menuntut penyesuaian kontingen dan anggaran dari masing-masing daerah.

BACA JUGA: Khairon Fauzi Soroti Seleksi Pendamping Bedah Rumah, Desak Kadis Perkimtan Jambi Buka Seluruh Proses Rekrutmen

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyampaikan bahwa persiapan tuan rumah dan koordinasi antarwilayah saat ini berjalan sangat positif. Ia menegaskan, pelaksanaan MTQH kali ini harus merujuk pada Petunjuk Teknis (Juknis) terbaru dari pusat guna menjaga standar dan kualitas kompetisi.

"Alhamdulillah, tadi kita merampungkan semacam diskusi, musyawarah, tukar pikiran, serta memberikan masukan dan saran. Ini bagian dari evaluasi tata laksana dari apa yang diinginkan oleh kabupaten/kota," ujar Wagub Abdullah Sani usai memimpin rapat koordinasi di JDAC Kantor Gubernur Jambi.

BACA JUGA: Miliki Karir Cemerlang, Mantan Dandenpom Jambi Kini Dipercaya Jadi Danpuspomad, Ini Profile Singkatnya

Salah satu poin krusial yang disepakati adalah penerapan Juknis terbaru dari pusat yang mengamanatkan penambahan dua cabang lomba baru, salah satunya adalah cabang Qiraat. Penambahan ini secara otomatis berpengaruh pada jumlah peserta yang harus dikirimkan oleh setiap daerah.
"Ada perubahan di tengah jalan yang harus diikuti. Kalau dulu belum ada tambahan dua cabang, sekarang ada. Itu otomatis berpengaruh kepada kawan-kawan di kabupaten/kota. Pengaruhnya di mana? Harus ada utusan tambahan peserta. Tambahan enam orang saja tentu memengaruhi anggaran untuk sekian hari," jelas Abdullah Sani yang juga Ketua LPTQ Provinsi Jambi.

Meskipun membutuhkan penyesuaian anggaran yang cepat, Wagub meyakini bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki jalan keluar dan komitmen kuat untuk menyelesaikan tantangan ini bersama kepala daerah masing-masing. Terbukti, 99 persen peserta rapat telah menyatakan kesepakatan terkait teknis pelaksanaan ini.

BACA JUGA: Warga Keluhkan Air PDAM Tirta Khayangan Mati Hampir Sepekan, Distribusi Diberlakukan Sistem Gilir

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemprov Jambi menargetkan peningkatan kualitas penjurian dengan menghadirkan Dewan Hakim tingkat Nasional. Langkah strategis ini diambil agar hasil kompetisi semakin kredibel, sehingga mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an.

"Tahun ini kita meminta kehadiran dan kesediaan Dewan Hakim Nasional. Supaya marwah pelaksanaan MTQH itu akan lebih meningkat. Kalau marwah itu meningkat, insyaallah keyakinan dan kepercayaan orang akan semakin mantap," tegas Wagub.

Pemprov Jambi juga menekankan pemerataan kualitas peserta di setiap daerah. Meski beberapa kabupaten masih menghadapi kendala dalam mencari perwakilan untuk cabang tertentu seperti Qiraat untuk kategori remaja maupun dewasa pemerintah berkomitmen mengakomodasi seluruh proses pendataan secara objektif dan profesional.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh jajaran penting yang bertanggung jawab atas suksesi MTQH, di antaranya Sekretaris LPTQ Provinsi Jambi yang juga Kabid Penais dan Zawa Kemenag Provinsi Jambi Abdul Rahman, Asisten 1 Setda Provinsi Jambi Arief Munandar.

Juga hadir Kadiskominfo Ariansyah, Kepala Biro Kesra Pemprov Amrulsyah
serta hadir melalui virtual (zoom) Kabag Kesra dari tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi. (aan)


Berita Terkait



add images