iklan ISPU Kota Jambi Tembus 172, Kabut Asap Memburuk! Sekolah Kembali Daring 3 Hari
ISPU Kota Jambi Tembus 172, Kabut Asap Memburuk! Sekolah Kembali Daring 3 Hari

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI — Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Pemantauan Paal Lima mencapai 172 pada Minggu (6/9/2026), masuk kategori Tidak Sehat.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Jambi kembali mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik pada 7–9 September 2026.

BACA JUGA: Brimob Polda Jambi Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Muaro Jambi

Kebijakan tersebut diambil di tengah kembali munculnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.

"Fluktuatif, tertinggi 172," ujar Mahruzar, Minggu (6/9/2026).

BACA JUGA: Pantau Karhutla, Satbrimob Polda Jambi Bersama Instansi Terkait Patroli Kawasan Konservasi Gajah

Mahruzar menjelaskan, angka ISPU tertinggi 172 tercatat pada rentang pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.

Parameter yang menjadi perhatian utama adalah PM2.5, yakni partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan.

BACA JUGA: ISPU 150,9, Sekolah di Tanjabtim Berlakukan Pembelajaran Daring Selama Tiga Hari

Anak-anak, ibu hamil, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar juga diimbau menggunakan masker untuk mengurangi paparan polutan.

Memburuknya kualitas udara turut berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan.

Pemerintah Kota Jambi kembali menerapkan PJJ pada Senin hingga Rabu, 7–9 September 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi, Saleh Ridho, menyampaikan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap dampak pencemaran udara bagi peserta didik.

Selama PJJ, kepala satuan pendidikan dan guru tetap melaksanakan tugas dari sekolah. Proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui sistem pembelajaran daring.

Orang tua atau wali murid juga diminta memastikan anak tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah serta memberikan pendampingan selama PJJ berlangsung.

Pemkot Jambi masih akan memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Jika kondisi udara belum membaik dan masih berada pada tingkat yang dinilai berisiko bagi kesehatan peserta didik, PJJ berpotensi kembali diperpanjang.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara Kota Jambi sebelumnya sempat membaik sehingga pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan.

Kini, dengan ISPU kembali menyentuh angka 172, aktivitas belajar siswa kembali dipindahkan ke rumah.

Masyarakat pun diminta tidak menganggap sepele kabut asap dan tetap membatasi aktivitas luar ruangan, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. (hfz)


Berita Terkait



add images