iklan Bangunan SR Tanjabtim Sudah Rampung, PT. Sasmito Fokus Selesaikan Catatan Lapangan
Bangunan SR Tanjabtim Sudah Rampung, PT. Sasmito Fokus Selesaikan Catatan Lapangan

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Tanjabtim memasuki tahap akhir. Proyek yang dikerjakan PT Sasmito tersebut kini telah menyentuh progres fisik 100 persen.

Pantauan Jambi Ekspres, Sabtu (12/9/2026), aktivitas di kawasan sekolah masih terlihat. Namun, pekerjaan yang dilakukan bukan lagi pembangunan struktur utama, melainkan penyempurnaan sejumlah bagian yang masuk dalam daftar pemeriksaan atau checklist.

BACA JUGA: VIRAL! Dendang Rentak Kudo Kulabu Asal Kerinci Jadi Tren di Medsos Sampai ke Luar Negeri

Site Manager PT Sasmito, Jaka, mengatakan seluruh pekerjaan utama sudah diselesaikan. Tim di lapangan saat ini fokus menindaklanjuti catatan hasil pemeriksaan bersama pihak Pekerjaan Umum (PU) dan Manajemen Konstruksi (MK).

"Betul sudah 100 persen, Mas. Di lapangan tinggal perbaikan-perbaikan dari checklist kemarin dengan PU dan MK," kata Jaka.

BACA JUGA: Kemenag Lantik 128 Pejabat Fungsional, Transformasi Birokrasi Terus Digenjot

SRT I Tanjabtim berdiri di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai. Fasilitas pendidikan tersebut dirancang sebagai sekolah terpadu yang menampung jenjang SD, SMP hingga SMA dengan daya tampung sekitar 1.080 siswa.

Pembangunan proyek dimulai setelah kontrak ditandatangani pada 4 Desember 2025. PT Sasmito mendapat waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender.

Di Provinsi Jambi, program Sekolah Rakyat dibangun pada dua lokasi. Selain di Tanjabtim, proyek serupa berada di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Kembali Naik, Tertinggi Tembus Rp3.950 per Kg

Untuk pembangunan dua lokasi tersebut, nilai kontrak keseluruhan mencapai Rp446.496.498.000. Sedangkan pembangunan SRT I Tanjabtim memiliki nilai kontrak sekitar Rp223 miliar.

Dalam prosesnya, proyek tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kondisi tanah di lokasi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi kontraktor. Lahan terlebih dahulu membutuhkan proses pematangan sebelum konstruksi dapat dilaksanakan secara optimal.

Meski demikian, pekerjaan terus dikebut. Sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung bahkan telah disiapkan sebelum memasuki tahun ajaran 2026/2027.


Berita Terkait



add images