iklan Kualitas Udara Memburuk, Siswa di Muaro Jambi Kembali Belajar Daring
Kualitas Udara Memburuk, Siswa di Muaro Jambi Kembali Belajar Daring

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Baru sehari menikmati pembelajaran tatap muka, ribuan siswa tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Muaro Jambi harus kembali belajar dari rumah. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Selasa (15/9) hingga Kamis (17/9). Seluruh satuan pendidikan diminta menerapkan pembelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online.

BACA JUGA: Al Haris Ungkap 75 Kasus Karhutla di Jambi, 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Penghentian sementara sekolah tatap muka itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Muaro Jambi Nomor 400.3.5/20/DISDIKBUD/2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi.

Bupati Muaro Jambi Dr Bambang Bayu Suseno mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan peserta didik. Terlebih, kualitas udara saat ini masuk kategori sangat tidak sehat.

BACA JUGA: Beras Premium 5 Kg Langka di Jambi, Kadis Ketahanan Pangan Johansyah Ungkap Penyebabnya

“Keputusan pengalihan pembelajaran ke sistem daring ini diambil demi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” demikian bunyi surat edaran tersebut.

Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi per 14 September 2026, konsentrasi partikulat di wilayah Bukit Baling mencapai 280 PM2,5. Kondisi itu dinilai berisiko bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah.

Meski siswa belajar dari rumah, para guru dan tenaga kependidikan tetap diwajibkan menjalankan tugas dari sekolah. Mereka diminta mengelola pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan berbagai platform pembelajaran yang tersedia.

BACA JUGA: ISPU Kota Jambi Tembus 195, Kabut Asap Makin Pekat, PJJ Mulai Dibahas

Namun, pihak sekolah juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker untuk mengurangi risiko paparan udara tercemar.

Pemkab Muaro Jambi juga meminta orang tua dan wali murid ikut berperan aktif selama pelaksanaan belajar daring. Pengawasan terhadap aktivitas anak perlu ditingkatkan, termasuk membatasi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.

Sementara itu, kepala satuan pendidikan diminta terus memantau pelaksanaan pembelajaran daring dan berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan, pengawas sekolah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan apabila ditemukan kendala di lapangan.

Sebelumnya, siswa SD dan SMP di Muaro Jambi baru kembali mengikuti pembelajaran tatap muka setelah sebelumnya sempat dilakukan penyesuaian akibat kondisi udara. Namun, memburuknya kualitas udara membuat kebijakan tersebut kembali dievaluasi demi menjaga kesehatan para pelajar. (wan)


Berita Terkait



add images