iklan 30 Hektare Lahan Gambut di Sungai Aur Terbakar, Tim Gabungan Masih Siaga
30 Hektare Lahan Gambut di Sungai Aur Terbakar, Tim Gabungan Masih Siaga

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Kali ini, kobaran api melanda kawasan lahan di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, dengan luas area terbakar diperkirakan mencapai 25 hingga 30 hektare.

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, serta Satgas TNI-Polri langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan agar api tidak meluas ke kawasan lainnya.

BACA JUGA: SE PJJ Ternyata Hoaks! Pemkot Jambi Tegaskan Sekolah Besok Ditentukan ISPU Pukul 06.00 WIB

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Anari, mengatakan kondisi kebakaran di wilayah tersebut kini sudah berhasil dikendalikan. Petugas masih berada di lokasi untuk melakukan penyisiran serta pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali muncul.

"Di kawasan Sungai Aur saat ini sudah bisa dikendalikan dan masuk tahap pendinginan. Tim masih berada di lokasi," kata Anari, Senin (14/9).

Dia menjelaskan, lahan yang terbakar berada di kawasan dengan kondisi tanah gambut hingga semi-gambut. Karakteristik lahan tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara maksimal karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

BACA JUGA: Kualitas Udara Memburuk, Siswa di Muaro Jambi Kembali Belajar Daring

Anari menyebut, kebakaran tersebut diduga bukan berasal dari titik awal di wilayah Muaro Jambi. Api disebut merupakan kiriman dari kawasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang kemudian menjalar akibat dorongan angin.

"Diduga api berasal dari wilayah Tanjung Jabung Timur, kemudian merambat masuk ke wilayah Muaro Jambi karena terbawa angin," ujarnya.

Meski telah berhasil dikendalikan, ancaman karhutla masih belum sepenuhnya berakhir. Petugas masih menghadapi kendala di lapangan, salah satunya jarak lokasi yang cukup jauh serta kondisi angin yang bertiup kencang.

BACA JUGA: Al Haris Ungkap 75 Kasus Karhutla di Jambi, 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

"Anginnya kencang sekali," tandas Anari.

BPBD Muaro Jambi memastikan personel gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman dan tidak ditemukan kembali titik api baru. (wan)


Berita Terkait



add images