iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada mahasiswa lintas perguruan tinggi.

Edukasi tersebut diberikan saat mahasiswa mengikuti pembelajaran lapangan di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Parit Culum, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi PT Wirakarya Sakti (PT WKS), unit usaha APP Group, bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komda Jambi itu melibatkan 20 mahasiswa dari Universitas Jambi (UNJA), Universitas Muhammadiyah Jambi, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Al Haris dan Brigjen TNI Nyamin berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai pentingnya pencegahan, kesiapsiagaan, serta kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi karhutla.

Mahasiswa juga diajak melihat secara langsung kondisi dan tantangan penanganan kebakaran, khususnya pada ekosistem gambut.

Didampingi Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT WKS, mahasiswa mendapat penjelasan mengenai karakteristik kebakaran di lahan gambut serta penggunaan sejumlah peralatan pemadaman, seperti pompa pemadam, selang, dan nozzle.

Sebagai bagian dari pembelajaran lapangan, mahasiswa juga diberi kesempatan membantu proses pemadaman secara terbatas di bawah arahan dan pendampingan personel RPK.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran langsung kepada mahasiswa mengenai kompleksitas penanganan kebakaran di lahan gambut sekaligus pentingnya melakukan pencegahan sejak dini.

Fadly, mahasiswa Jurusan Kehutanan UNJA, mengatakan pengalaman di lapangan membuatnya semakin memahami kompleksitas penanganan kebakaran gambut serta dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi di lapangan. Kebakaran di lahan gambut ternyata tidak mudah ditangani. Dampak asapnya juga terasa hingga ke kota, baik terhadap jarak pandang maupun pernapasan. Pengalaman ini membuat kami semakin memahami bahwa pencegahan sangat penting agar kebakaran seperti ini tidak semakin meluas,” ujar Fadly.

Senada dengan Fadly, Rahman, mahasiswa UIN Jambi, menilai pengalaman melihat sekaligus ikut membantu proses pemadaman menjadi pembelajaran penting mengenai kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

“Bagi kami, ini pengalaman yang luar biasa karena bisa melihat langsung kondisi kebakaran di lahan gambut dan ikut membantu proses pemadaman. Dari pengalaman ini kami juga semakin memahami bahwa pencegahan dan kesiapsiagaan sangat penting,” kata Rahman.

Sementara itu, Septi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jambi, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang melengkapi pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan pengetahuan mengenai pencegahan sekaligus pengalaman melihat proses penanganan kebakaran di lahan gambut. Pengalaman seperti ini membuat kami lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” kata Septi.

Kepala Humas PT WKS sekaligus Ketua APHI Komda Jambi, Taufik Qurochman, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan karhutla kepada generasi muda.

“Mahasiswa adalah bagian penting dari agen perubahan. Melalui pembelajaran lapangan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk memahami secara langsung kompleksitas pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk tantangan di lahan gambut. Harapannya, pengalaman tersebut dapat memperkaya pemahaman mereka dan diteruskan kepada lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, pengendalian karhutla merupakan rangkaian yang saling berkaitan, mulai dari edukasi, pencegahan, pemantauan dan deteksi dini, kesiapsiagaan, hingga penanganan di lapangan.

 

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, TNI, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi PT WKS dan APHI Komda Jambi bersama berbagai pemangku kepentingan dan perguruan tinggi untuk memperluas edukasi mengenai karhutla.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda mengambil peran dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

Sebelumnya, pada kesempatan ini Gubernur Jambi Dr.H.Al Haris, S. Sos, MH bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turun langsung ke lokasi, Rabu (16/9/2026). Mereka melihat kondisi kebakaran sekaligus memantau proses pemadaman yang sudah dilakukan sejak kemarin.

Al Haris mengatakan kawasan HLG Londerang sebelumnya juga sempat terbakar. Bahkan, tim gabungan sudah melakukan pemadaman di kawasan tersebut sekitar sepekan lalu.

“Seminggu lalu kita sudah lakukan pemadaman di sini. Ternyata hari ini kembali terbakar di sebelahnya,” kata Al Haris.

Al Haris bersama Danrem tidak hanya memantau pemadaman. Ia juga melihat langsung uji coba zat khusus yang digunakan untuk memadamkan api di lahan gambut.

Ada dua jenis zat yang diuji, yakni berbentuk cairan dan serbuk. Keduanya diuji untuk melihat mana yang lebih efektif dalam memadamkan api dan membasahi lapisan gambut.

“Mana yang lebih bagus, lebih mematikan dan lebih tahan. Artinya begitu disemprotkan, zat ini bisa membasahi ketebalan gambut,” ujarnya.

(*)


Berita Terkait



add images