iklan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Sungai Penuh Alfin Perjuangkan Fly Over 18 Km Tembus TNKS Tanpa Babat Hutan
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Sungai Penuh Alfin Perjuangkan Fly Over 18 Km Tembus TNKS Tanpa Babat Hutan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Rencana pembangunan ruas jalan baru yang menghubungkan Kota Sungai Penuh dan Tapan terus dimatangkan oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh. Terakhir, beberapa hari lalu telah dilakukan audiensi di DPRD Provinsi Jambi dengan hasil adanya tim khusus yang mengkaji Studi Kelayakan (FS) Fly Over. 

Walikota Sungai Penuh, Alfin, menyebutkan bahwa akses jalan sepanjang kurang lebih 18 kilometer ini diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. 

BACA JUGA: Progres Tol Betung-Jambi Seksi 1A Capai 69 Persen, HKI Percepat Pembangunan

“Intinya, kalau jalan itu terbentuk banyak manfaat ekonomi yang akan didapat oleh masyarakat. Terutama efektivitas dan efisiensi waktu, cost, dan segala macam, otomatis harga terkendali,” tegas Alfin Jambi Ekspres (24/9/2026). 

Meski demikian, Alfin menyadari adanya tantangan utama, yakni rute jalan yang harus melintasi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Untuk menyiasati hal ini dan menjaga kelestarian lingkungan, konsep pembangunan dirancang tidak dengan membuka lahan secara masif. 

BACA JUGA: Pertamina Layani Avtur Perdana di Bandara Muara Bungo, Dukung Konektivitas Udara Jambi

“Kita tidak menggunakan kayak dibabat hutannya, tidak. Kita gunakan (penopang, red) tiang yang kita pakai, tapi lokasinya ada di TNKS,” ungkapnya. 

Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Sungai Penuh saat ini tengah berfokus meletakkan dasar pengurusan izin penggunaan lahan di kawasan tersebut agar sejalan dengan kepentingan umum. 

BACA JUGA: Pemprov Jambi Siap Dukung Asistensi Potensi Komponen Pendukung Pertahanan Negara

Terkait pendanaan, Alfin secara gamblang menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sungai Penuh tidak akan sanggup menutupi biaya proyek infrastruktur tersebut. Pada audiensi juga telah dijelaskan FS skemanya akan dibiayai APBD Provinsi sementara pembangunan fisik oleh pusat. 

“Kalau anggaran jelas tidak memungkinkan kalau dari kota. Pasti itu dari pusat, jalan nasional juga itu. Yang menghubungkan Sungai Penuh-Tapan itu jalan nasional,” pungkasnya. (aan)


Berita Terkait



add images