iklan Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono.
Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono.

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI – Tradisi budaya dan geliat ekonomi masyarakat berpadu dalam gelaran Pasar Budaya Lopak Sepang di Desa Tebat Patah, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, tersebut resmi dibuka pada Sabtu (26/9). Peresmian dilakukan Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Feri Arlius, dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono.

BACA JUGA: Kekeruhan Batanghari Tembus 1.700 NTU, Tirta Mayang Kurangi Distribusi Air 30 Persen

Mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat, Pasar Budaya Lopak Sepang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan tradisi, seni, kreativitas, serta berbagai produk UMKM lokal.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Kebudayaan RI, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, dan masyarakat Desa Tebat Patah dalam membangun ekosistem ekonomi yang bertumpu pada potensi budaya desa.

BACA JUGA: Razia PETI di Limbur, Polisi Hanya Temukan Tangki Minyak Kosong

Sekda Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengapresiasi masyarakat Tebat Patah yang terus menjaga tradisi dan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, budaya tidak boleh berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Budaya harus terus hidup, diwariskan, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.

“Peninggalan budaya yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan harus terus kita lestarikan. Anak-anak muda harus ikut mengambil peran agar seni dan tradisi tidak hanya menjadi warisan generasi terdahulu, tetapi terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

BACA JUGA: Tim Tabur Kejati Jambi Tangkap DPO Terpidana Perzinahan di Sipin Jambi

Budhi menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan perkembangan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga identitas serta nilai-nilai luhur yang dimiliki.

“Ilmu pengetahuan penting untuk kemajuan, tetapi adab dan budaya adalah fondasi dalam kehidupan. Karena itu, generasi muda harus dibekali bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga karakter dan nilai budaya,” sampainya.


Berita Terkait



add images