iklan

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jambi mendukung dan mengapresiasi tindakan tegas PT Pertamina Patra Niaga dalam memblokir ribuan QR Code/ barcode konsumen BBM bersubsidi (Pertalite dan Biosolar) yang terindikasi bermasalah atau curang di Sumbagsel.

Di Jambi sendiri, terdapat sebanyak 1.117  nomor polisi (nopol) kendaraan yang diblokir karena diduga telah disalahgunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU.

‘’Kami menilai ini sebagai langkah strategis demi mewujudkan keadilan distribusi agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,’’ ujar Ketua Hiswana Migas Jambi, Hafiz Fattah.

Hafiz menilai, penggunaan barcode yang selama ini diterapkan memang membantu pengawasan, namun sistem tersebut tetap harus dibenahi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.

"Sistem barcode ini harus terus dievaluasi. Jangan sampai ada celah yang kemudian dimanfaatkan sehingga subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat justru disalahgunakan," kata Hafiz.

Selain memblokir Nopol tersebut, Hafiz juga menyarankan adanya pembaruan data penerima barcode secara berkala, agar tidak lagi ada kekeliruan dan kesalahan di SPBU.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel telah memblokir 8.589 nomor polisi (nopol) kendaraan di antaranya 1.117 di Jambi karena diduga telah disalahgunakan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU.

Sebanyak 8.589 nopol yang telah di blokir tersebut terdiri atas 2.439 nopol di Sumatera Selatan, 2.793 nopol di Lampung, 1.117 nopol di Jambi, 966 nopol di Bengkulu, dan 1.274 nopol di Bangka Belitung. (pas)

 


Berita Terkait



add images