Terlebih ketika keduanya turun langsung menghadapi persoalan yang sedang menjadi perhatian publik, seperti persoalan keselamatan warga akibat pekerjaan jargas maupun persoalan air bersih akibat kemarau.
Pandangan serupa juga disampaikan salah satu tokoh pemuda Kota Jambi dari kawasan Jambi Seberang.
Ia melihat Diza dan Kemas memiliki pola komunikasi yang dapat menjadi modal untuk membangun sinergi dalam menghadapi persoalan masyarakat.
“Kelihatannya lebih cocok untuk kerja cepat. Bisa menjawab dan menyelesaikan persoalan mendasar di tengah masyarakat Kota Jambi,” ujar HA.
Menurut dia, masyarakat saat ini membutuhkan figur yang tidak hanya hadir dalam agenda seremonial, tetapi juga turun ketika persoalan muncul di lapangan.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pembicaraan mengenai Pilkada 2029 masih sangat panjang.
“Masih jauh. Tetapi kalau masyarakat melihat ada dua figur yang sering bersama dan komunikasinya baik, wajar kalau kemudian muncul berbagai pembicaraan,” katanya.
Kebersamaan mereka dalam berbagai agenda juga masih dapat ditempatkan dalam konteks tugas masing-masing sebagai Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Jambi.
Namun, politik selalu bergerak mengikuti dinamika.
Dengan waktu menuju Pilkada 2029 yang masih panjang, kebersamaan Diza dan Kemas akan tetap menjadi sesuatu yang menarik untuk diamati, terutama bagaimana komunikasi keduanya berkembang di tengah berbagai persoalan Kota Jambi. (hfz)
