JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO – Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, disiapkan menjadi salah satu pusat kekuatan pertahanan darat dan udara terpadu dalam beberapa tahun ke depan. Rencana tersebut ditandai dengan hibah lahan seluas 130 hektare dari Pemerintah Kabupaten Bungo kepada Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).
Komandan Kodim 0416/Bute, Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, S.E., M.A.P., membenarkan adanya hibah lahan yang direncanakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur pertahanan militer di wilayah tersebut.
BACA JUGA: Pemkab Muaro Jambi Salurkan Kursi Roda dan Sembako untuk Lansia Penderita Stroke
Ia menjelaskan, lahan seluas 130 hektare itu akan dibagi menjadi dua bagian untuk pembangunan fasilitas militer. Sebanyak 60 hektare dialokasikan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), sedangkan 70 hektare sisanya diperuntukkan bagi Pangkalan Udara (Lanud).
“Sebanyak 60 hektar dialokasikan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), sedangkan 70 hektar sisanya diperuntukkan bagi Pangkalan Udara (Lanud),” ujar Dandim Yudi Susilo belum lama ini, usai upacara HUT ke-81 TNI di Makodim 0416/Bute.
Lebih lanjut, Yudi menyebutkan bahwa di kawasan Lanud tersebut direncanakan pembangunan Skadron G10 serta Skadron Helikopter Serang.
Kehadiran fasilitas militer tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pertahanan udara sekaligus mendukung stabilitas keamanan di Kabupaten Bungo dan wilayah sekitarnya.
Atas dukungan terhadap rencana pengembangan fasilitas pertahanan tersebut, Dandim Yudi Susilo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bungo dan pihak swasta yang telah berkontribusi dalam mendukung penyediaan lahan.
BACA JUGA: Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Baru, Ini Harga OTR Jambi
Rencana ini menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur pertahanan di Kabupaten Bungo. Namun, tahapan realisasi pembangunan fasilitas militer tersebut masih perlu mengikuti perencanaan dan proses lebih lanjut dari pihak terkait. (aes)
