JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) berdampak terhadap jadwal musim tanam padi ketiga tahun 2026. Minimnya curah hujan menyebabkan lahan persawahan mengering sehingga petani belum bisa memulai penanaman sesuai jadwal.
Semula, musim tanam ketiga dijadwalkan berlangsung mulai September hingga Oktober 2026. Namun, kondisi cuaca yang belum mendukung membuat jadwal penanaman terpaksa mundur.
BACA JUGA: Kucurkan Rp 6 Miliar, Gubernur Al Haris Salurkan Beasiswa Pro Jambi Cerdas 2026 untuk 500 Mahasiswa
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan bahwa musim tanam ketiga seharusnya sudah dimulai sejak awal September lalu.
"Tanam padi yang dijadwalkan awal September sampai Oktober, mundur karena pengaruh cuaca," ujar Sunarno saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (29/10).
BACA JUGA: Delapan Orang SAD Terduga Penyerang Polres Merangin Tiba di Polda Jambi
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menentukan dimulainya penanaman padi. Kondisi lahan yang mengering akibat musim kemarau membuat petani belum dapat melakukan aktivitas tanam.
Meski demikian, hujan mulai turun di sejumlah wilayah Tanjabtim dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diharapkan menjadi awal membaiknya cuaca sehingga petani bisa segera kembali menggarap sawah.
"Harapan kami hujan segera normal dan kami akan segera tanam," katanya.
Sunarno menjelaskan, musim kemarau sebelumnya tidak memberikan dampak berarti terhadap musim tanam padi kedua tahun 2026. Sebab, saat itu tanaman sudah memasuki fase generatif hingga masa panen yang berlangsung pada akhir Agustus dan awal September.
BACA JUGA: Polda Jambi Benarkan 8 Orang SAD Diamankan Usai Penyerangan Polres Merangin
Dengan mulai turunnya hujan, pemerintah daerah berharap kondisi cuaca segera kembali normal agar musim tanam ketiga dapat dilaksanakan. Dengan begitu, aktivitas pertanian di Tanjabtim tidak mengalami keterlambatan lebih lama.(*)
