JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi belum mencabut status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meskipun kondisi udara mulai membaik. Satgas tetap disiagakan menyusul masih adanya titik asap di sejumlah wilayah.
Status siaga darurat karhutla berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jambi berlaku sejak April hingga 30 November 2026.
BACA JUGA: Misteri Kematian Nasifa di Batanghari, Dua Tahun Tanpa Kepastian
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, secara umum kondisi karhutla di Jambi mulai mereda. Kabut asap dan kobaran api sudah hampir tidak ditemukan, namun tim masih memantau tiga titik yang mengeluarkan asap.
Lokasi tersebut berada di kawasan lahan gambut Taman Nasional, tepatnya di daerah Jebus, serta Desa Sungai Sayang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Di sini sudah dipadamkan, namun masih keluar asap,” ujar Al Haris kepada Jambi Ekspres, Senin (2/11/2026).
BACA JUGA: 14 Nama Lolos Seleksi Dewas Tirta Mayang Jambi! Siapa Saja?
Al Haris menegaskan, status siaga darurat belum dicabut agar tim penanggulangan karhutla tetap bekerja maksimal di lapangan.
“Saya belum berani mencabut SK Siaga Darurat supaya tim masih bekerja maksimal. Setiap hari saya rapat di bandara dengan tim, evaluasi, saya juga ke lapangan dan memantau dari udara,” jelasnya.
Menurutnya, personel penanggulangan karhutla juga belum ditarik sepenuhnya dari lokasi rawan kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan karena berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan normal diperkirakan baru terjadi pada Desember mendatang.
BACA JUGA: Kejari Batang Hari Tahan Kades Lopak Aur, Dugaan Korupsi Dana Desa Rp542 Juta
Sementara hujan yang turun sepanjang November masih fluktuatif dan belum tentu menjangkau seluruh titik rawan karhutla.
Kondisi lahan gambut juga menjadi perhatian karena area yang sebelumnya diguyur hujan masih berpotensi mengeluarkan asap maupun memunculkan titik kebakaran baru.
Al Haris menambahkan, Pemprov Jambi juga mulai mempersiapkan langkah menghadapi peralihan musim.
Apabila musim hujan sudah sepenuhnya masuk, pemerintah daerah akan menggelar apel siaga bencana hidrometeorologi untuk mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor.
“Dua musim ini ya pemerintah dan masyarakat mesti siaga semuanya,” tegasnya.
Sementara itu, Juru Bicara Penanganan Karhutla Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, penanganan karhutla masih terus berlangsung seiring terpantau puluhan titik panas baru pada awal November.
Berdasarkan data per 1 November 2026, total luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sejak awal tahun mencapai 5.304,03 hektare.
Pemprov Jambi pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di kawasan gambut, serta mengantisipasi dampak peralihan musim yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.(aan)
