Sementara itu, Community Development Supervisor PetroChina International Jabung Ltd, Ahmad Ramadlan, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang dibangun Ketua Dekranasda Provinsi Jambi bersama berbagai pihak dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat PetroChina, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prioritas wilayah operasional perusahaan.
“Kami bekerja sama dengan Dekranasda dan menanggung seluruh pembiayaan pelatihan ini, termasuk menghadirkan pelatih dari luar untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para peserta,” jelas Ahmad Ramadlan.
Menurutnya, pelatihan batik kontemporer diharapkan mampu memperkaya pengetahuan para perajin yang selama ini lebih banyak mengembangkan motif klasik, sekaligus mendorong lahirnya produk batik yang lebih inovatif dan sesuai dengan selera pasar.
Dari total 28 peserta, sebanyak enam orang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dua orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan 20 peserta lainnya berasal dari Kota Jambi serta kabupaten lain di Provinsi Jambi.
Ahmad Ramadlan menambahkan, peluang kerja sama lanjutan akan dibahas sesuai dengan rencana program perusahaan dan ketentuan yang berlaku, sehingga pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi, Dra. Luthpiah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November 2026, dengan materi teori dan praktik pengembangan batik kontemporer.
Selain mendapatkan pelatihan dari tenaga ahli, peserta juga memperoleh fasilitas akomodasi, konsumsi, penggantian biaya transportasi dari daerah asal, serta uang harian selama kegiatan berlangsung.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PetroChina International Jabung Ltd atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan potensi kerajinan daerah, khususnya pelestarian dan pengembangan batik Jambi.
“Pelatihan batik kontemporer ini bukan sekadar kegiatan untuk meningkatkan keterampilan membatik, tetapi juga merupakan upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas baru dalam pengembangan wastra Jambi,” ujarnya.
