Untuk pemasaran, Sugianto menjangkau warung-warung di sekitar Kelurahan Talang Babat, Pasar Kamis Muara Sabak, serta Pasar Blok D Geragai. Namun, keterbatasan modal membuatnya belum mampu meningkatkan jumlah produksi maupun memperluas jangkauan penjualan.
Ia berharap bantuan permodalan dapat dimanfaatkan untuk menambah ribuan baglog, memperbesar kapasitas kumbung, mengganti rak bambu yang mulai lapuk, serta menyediakan peralatan sterilisasi yang lebih memadai.
"Saya tidak minta banyak. Saya hanya berharap ada bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha. Tambahan modal itu untuk meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran," ujarnya.
Selain dukungan dana, Sugianto menilai pendampingan usaha dan pelatihan keterampilan juga diperlukan. Salah satu peluang yang ingin dikembangkan adalah mengolah jamur tiram menjadi produk makanan seperti keripik dan nugget, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk segar.
Ia berharap program pemberdayaan UMKM di Kabupaten Tanjabtim dapat menjangkau pelaku usaha kecil yang masih merintis dan memiliki keterbatasan modal.
"UMKM seharusnya tidak hanya yang sudah maju saja yang dibantu. Yang kecil seperti kami ini juga butuh kesempatan yang sama untuk tumbuh," tegasnya.
Menurutnya, dukungan terhadap usaha kecil tidak hanya membantu pelaku usaha bertahan, tetapi juga membuka peluang peningkatan produksi dan pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Sugianto tetap berupaya mempertahankan usaha yang telah dibangunnya selama delapan tahun. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, dan membawa usaha budidaya jamur tiramnya ke tahap yang lebih maju.(lan)
