iklan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha bersama jajaran pemerintah daerah saat malam penutupan MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi. Kota Jambi berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan 674 poin.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha bersama jajaran pemerintah daerah saat malam penutupan MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi. Kota Jambi berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan 674 poin.

“Janganlah kita hanya berpatokan kepada siapa yang menjadi juara. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita mengamalkan nilai-nilai dan isi kandungan Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris.

Gubernur juga mengapresiasi seluruh kafilah dari 11 kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dalam berbagai cabang perlombaan. Ia memastikan Dewan Hakim telah menjalankan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Al Haris selanjutnya mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat pembinaan peserta secara berjenjang, mulai dari desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten dan kota.

Ia juga mengingatkan para peraih prestasi agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, keberhasilan peserta harus tercermin pula dalam peningkatan ketakwaan, keimanan, serta perilaku sehari-hari.

Persiapan Menuju MTQ Nasional ke-32

Selain mengevaluasi pelaksanaan MTQH tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengarahkan perhatian pada persiapan menghadapi MTQ Nasional ke-32 yang akan berlangsung di Provinsi DKI Jakarta.

Al Haris meminta LPTQ Provinsi Jambi memberikan pembinaan lanjutan kepada peserta berprestasi pada MTQH ke-55. Persiapan tersebut mencakup pelatihan lebih intensif dengan melibatkan pelatih nasional.

“Kita latih kembali, kita gembleng kembali. Saya pesan agar pelatih nasional digunakan untuk persiapan menuju MTQ ke-32 di Provinsi DKI Jakarta,” tegasnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar prestasi yang diraih di tingkat provinsi dapat berlanjut ke kompetisi nasional. Konsistensi latihan, kualitas pelatih, serta kesinambungan pembinaan menjadi faktor penting dalam mempersiapkan kafilah Jambi menghadapi persaingan yang lebih luas.

Transaksi UMKM MTQH Capai Rp2,5 Miliar

Di luar prestasi keagamaan, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kota Jambi.

Selama kegiatan berlangsung, perputaran transaksi ekonomi tercatat mencapai Rp2,5 miliar. Aktivitas tersebut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, peserta bazar, serta pelaku ekonomi kreatif.

Kehadiran kafilah dan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota turut meningkatkan aktivitas perdagangan di sekitar lokasi kegiatan.

Bazar UMKM menjadi salah satu ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada para pengunjung.

Capaian transaksi Rp2,5 miliar tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala provinsi tidak hanya memberikan manfaat di sektor keagamaan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Meski demikian, keberlanjutan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM tetap menjadi perhatian agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan selama penyelenggaraan acara.

Kabupaten Tebo Jadi Tuan Rumah MTQH ke-56

Penutupan MTQH ke-55 juga ditandai dengan penyerahan bendera MTQH dari Pemerintah Kota Jambi kepada Kabupaten Tebo yang akan menjadi tuan rumah MTQH ke-56 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2027.


Berita Terkait



add images