BAKAL DIRELOKASI: Terlihat aktivitas pedagang
yang berjualan di Pasar Angso Duo. Hingga saat ini, masih ada pedagang 
yang tak setuju dengan rencana pemerintah untuk merelokasi pasar ini.
BAKAL DIRELOKASI: Terlihat aktivitas pedagang yang berjualan di Pasar Angso Duo. Hingga saat ini, masih ada pedagang yang tak setuju dengan rencana pemerintah untuk merelokasi pasar ini.
Ratusan pedagang di pasar Angso Duo menolak rencana relokasi pasar tradisional terbesar di Kota Jambi tersebut. Hal ini diakui langsung oleh Kepala Kantor Pengelola Pasar (KPP) Kota Jambi, Duria Sunita saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan sosialisasi rencana relokasi itu kepada pedagang bersamaan dengan dilakukannya pendataan jumlah pedagang. Hasilnya, diketahui sekitar 70 persen perdagang yang setuju dengan rencana relokasi itu.  Artinya, 30 persen lainnya menolak.

"Beberapa saat lalu kita sudah melakukan pendataan. Tugas pokok kami memang khusus untuk mendata. Ada sekitar 70 persen pedagang setuju," katanya saat dikonfirmasi usai rapat dengan Pansus Angso Duo di DPRD Provinsi Jambi, kemarin.

Untuk diketahui, jumlah pedagang di pasar Angso Duo berdasarkan SK Walikota sebanyak 3.228 orang. Sementara itu, terkait adanya pedagang yang setuju dan tidak, menurutnya adalah hal yang biasa. "Yang jelas, mereka sudah paham akan ada relokasi,"ujarnya.

Menurutnya, kantor pengelola pasar sudah menyerahkan data pedagang secara resmi ke pansus Angso Duo DPRD Provinsi Jambi. Ada sekitar 2688 pedagang yang memiliki toko dan kios untuk mendapatkan prioritas pertama pada saat relokasi . Kemudian ada 514 PKL yang akan mendapat tempat sebagai prioritas kedua. "Yang jelas, kita siap bantu tugas pokok percepatan pembangunan angso duo," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Angso Duo, Dedy Putra, menyebutkan, rencana relokasi dengan BOT adalah hal yang sah dan dibenarkan oleh undang-undang. "Ini halal dan sah. Ada aturan dalam UU," katanya.

Menurutnya, relokasi lewat sistem BOT justru akan banyak mendatangkan keuntungan bagi pemerintah. Sebab, Pemprov tidak akan terbebani anggaran pembangunan. Sehingga, APBD yang ada bisa didistribusikan secara maksimal untuk membangun daerah.

Ditanya, menurutnya, apakah pedagang akan mampu membeli kios yang dibangun nantinya? Dia tak menjawab tegas. "Inilah yang sedang kita usahakan. Kita akan usul agar biaya sewa tidak memberatkan pedagang," ujarnya.

Ia mengatakan,pansus akan meminta pemerintah menekan angka keuntungan. Selain itu, untuk menekan agar harga sewa tak terlalu tinggi, pansus akan meminta pemerintah untuk menekan pembiayaan untuk arsitektur pasar yang dinilai terlalu banyak. Sebab, hal itu akan menyerap anggaran terlalu besar. "Pembangunan ini terlalu banyak asesoris. Saya minta tim kaji lagi biayanya," imbuhnya.

Pansus Angso Duo juga melakukan studi banding ke Sukabumi, Jawa barat. Tujuannya adalah untuk melihat Sukabumi yang telah lebih dulu melakukan relokasi pasarnya dengan sistim yang sama. (sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Penerbit IMB Diminta Turun

Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak

Turunkan SBY dan Budiono

Tingkatkan Kebersamaan, Perbankan Gelar Por Bank

Rompi Anti Peluru Selempang Merah

Pembatas Jalan Amblas ke Jurang

ZN Emosi, HBA Terdiam

Instalasi PDAM Perhatian Gubernur

Jambi Masih Berpotensi Hujan

Kompleks Mutiara Porak Poranda

Kota Baru Indah Tenggelam

Cuaca Ekstrim Masih Mengancam

Pencarian Si Belang Dihentikan

Bawang Lokal Susah Dicari

Banyak Gepeng Berkeliaran

Lalin terhambat Road Race

Awas, Gas 3 Kg Dioplos

Pemilik Tambak Rugi Besar

1 Keluarga, 1 Pohon

Sehari 120 Truk Sampah

Harga Bawang Terus Melonjak

Bukan Lepas Dari Kontainer

Yang Berkeliaran Itu Harimau Sakit

50 Rumah Terendam

PLN Sebar Puluhan Regu

3 Timsus Dikerahkan ke Lokasi

Harimau Masuk ke Sungaibahar

Ayo, Rebut Kembali Pulau Berhala!

PGMIPA-BI Unja Dikorupsi?

Bawang Impor di Atas Angin

Hujan Deras, Gado Gado Terendam

Tiang Listrik Nyaris Timpa Rumah Warga

Si Belang Bergerak ke Palembang

Raja Hutan Diburu di Sukadamai

Ibu-ibu Tuntut Kesamaan Gender

Luar Negeri Bantu Bangun Trotoar

Solar Diuber Sopir Mobil

Gubernur Jambi Diminta Bersaksi

Si Belang Muncul Lagi

Tak Mempan Ditembak Bius

3 Harimau Berkeliaran di Pemayung

Lagi, Harimau Makan Korban

Harimau Melintas di Tempino

Warga Bertam Resah

Timsus Lacak Si Belang di Jaluko

Harimau Berkeliaran Karena Galau

Drainase Banyak Tersumbat

Korban Terluka Parah

Pertani Karet Diterkam Harimau

Jembatan Layang Jangan Negatif

Ancol Bau Bangkai

Banjir Berangsur Surut

Jambiupdate.com di Louching

Jembatan Gantung Huruf “S”

Hutan Tanaman Kenali Sepi Pengunjung.

Ojek Rakit Pasang Tarif

Jalan Berlobang Dan Tidak memiliki Drainase

Penumpang Boat Layang Di Tanggo Rajo Ramai

Demo WTC Isapan Jempol

Galang Bantuan di Jalanan

Tanggo Rajo Terendam

Korban Banjir Banyak Sakit

Drainase Tersumbat Pasir

Ke Sekolah Naik Perahu

Ratusan Rumah Terendam

Jalan Patimura Rusak

Pasar Talang Banjar Kumuh

Ayam Potong Ikut Naik

Harga Daging Tembus Rp 90.000

Sesuap Nasi Dari Sampah

Harga Cabai Melonjak

Macet Tiap Hari

Traffic Light Rusak

Pedagang Duku Menjamur

Jembatan Berbak Putus

Mengais Rejeki di Jembatan Aur Duri II

Raup Omzet Puluhan Juta dari Membuat Toko Online

Menengok Peluang Bisnis Angkringan

Wawan, Mengolah Kulit Pari Jadi Produk Bergengsi

Berawal dari Garasi, Kini Roti Teja-Nanik Meraja

Rekomendasi