Ilustrasi : net
Ilustrasi : net
Sekitar bulan Juni atau Juli mendatang, honorer K2 yang saat ini nama-namanya diumumkan ke publik akan dites menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Artinya, tidak semua honorer K2 tersebut yang bisa diangkat. Hal tersebut langsung disampaikan Peltu Kepala BKD Merangin, Darosamin, Melalui, Kabid Pengangkatan dan Mutasi, Satria Effendi, kemarin.

‘’Proses tes menggunakan konsorsium yang dilakukan 10 perguruan tinggi. Dan yang akan dites meliputi kompetensi dasar dan bidang. Dari jumlah yang sudah di validasi oleh BKN pusat kebanyakan dari guru,’’ terangnya.

Diungkapkannya, honorer K II yang masuk dalam listing BKN berjumlah 897 orang dari berbagai instansi Pemkab Merangin. Adapun kriteria tenaga honorer K2 yang dimaksud yakni diangkat oleh pejabat berwenang, bekerja di instansi pemerintah, masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja secara terus menerus. Kemudian berusia sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak boleh lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006.

‘’Ada juga yang tidak lolos, mungkin karena persyaratannya belum lengkap. Salah satunya faktornya usia,” jelasnya.       

Hal tersebut juga dibenarkan Peltu Sekda Merangin, Suhaibi. Dirinya membenarkan adanya pengumuman uji publik terhadap jumlah hononorer K II dari BKN Pusat.

‘’Untuk Honorer kategori dua, sudah kiota umumkan” pungkas Suhaibi.

Kepala Badan kepegawaian Daerah kabupaten Batanghari Ariansyah, jumlah dari 206 daftar nama honorer kategori 2 ini bisa saja berkurang, jika masyarakat ada yang complain .  "Jika ada laporan masyarakat akan langsung  diteliti oleh pihak yang berwenang, jika dari hasil penelusuran ternyata honorer tersebut tidak layak, maka honorer tersebut dibatalkan masuk kategori 2, yang jelas ini belum jumlah pasti CPNS kategori 2," sebutnya.

Di Kabupaten Bungo, sebanyak 175 honorer K2 Diterima oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tahun 2013 ini. Namun, pada tanggal 27 Maret lalu hingga hari ini, pengujian publik masih dilakukan.

Maksud dilakukan uji publik ini, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Bungo, M. Yusuf, meminta masukan, atau pengaduan dari masyarakat sehingga data tersebut lebih valid lagi.

"Untuk dikabupaten Bungo, sebanyak 175 orang. Nama-nama itu tak akan bertambah namun bisa berkurang. Kita lihat nanti masukan dan pengaduan dari masyrakat," katanya.

Hingga hari ini, Yusuf mengakui belum mengetahui apa hasil uji publik itu. "Saya belum ada laporan dari staf, karena, beberapa hari ini, saya masih dinas luar, kalau senin, mungkin bisa saya lihat," akunya, saat di konfirmasi harian ini melalui via ponselnya, kemarin.

Lanjutnya, nama-nama yang ditetapkan oleh BKN tersebut memang sudah di verifikasi oleh pihak BKN. "Sebelumnya, BKD yang mengusul ke pusat, hasilnya, iya 175 orang inilah yang diterima," katanya. (sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Belanja Rp 100 Ribu, Dapat Voucher Rp 200 ribu

Harga Karet Terus Anjlok

Semua Korban Sudah Dibantu

Rp 3,2 M Untuk Korban Banjir

Sudah Disebar 231.705 Lembar

Ribuan Honorer K2 Uji Publik

Hujan, Angso Duo Makin Kumuh

Dua Bulan, 76 PNS Cerai

Pedagang Tolak Direlokasi

Penerbit IMB Diminta Turun

Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak

Turunkan SBY dan Budiono

Tingkatkan Kebersamaan, Perbankan Gelar Por Bank

Rompi Anti Peluru Selempang Merah

Pembatas Jalan Amblas ke Jurang

ZN Emosi, HBA Terdiam

Instalasi PDAM Perhatian Gubernur

Jambi Masih Berpotensi Hujan

Kompleks Mutiara Porak Poranda

Kota Baru Indah Tenggelam

Cuaca Ekstrim Masih Mengancam

Pencarian Si Belang Dihentikan

Bawang Lokal Susah Dicari

Banyak Gepeng Berkeliaran

Lalin terhambat Road Race

Awas, Gas 3 Kg Dioplos

Pemilik Tambak Rugi Besar

1 Keluarga, 1 Pohon

Sehari 120 Truk Sampah

Harga Bawang Terus Melonjak

Bukan Lepas Dari Kontainer

Yang Berkeliaran Itu Harimau Sakit

50 Rumah Terendam

PLN Sebar Puluhan Regu

3 Timsus Dikerahkan ke Lokasi

Harimau Masuk ke Sungaibahar

Ayo, Rebut Kembali Pulau Berhala!

PGMIPA-BI Unja Dikorupsi?

Bawang Impor di Atas Angin

Hujan Deras, Gado Gado Terendam

Tiang Listrik Nyaris Timpa Rumah Warga

Si Belang Bergerak ke Palembang

Raja Hutan Diburu di Sukadamai

Ibu-ibu Tuntut Kesamaan Gender

Luar Negeri Bantu Bangun Trotoar

Solar Diuber Sopir Mobil

Gubernur Jambi Diminta Bersaksi

Si Belang Muncul Lagi

Tak Mempan Ditembak Bius

3 Harimau Berkeliaran di Pemayung

Lagi, Harimau Makan Korban

Harimau Melintas di Tempino

Warga Bertam Resah

Timsus Lacak Si Belang di Jaluko

Harimau Berkeliaran Karena Galau

Drainase Banyak Tersumbat

Korban Terluka Parah

Pertani Karet Diterkam Harimau

Jembatan Layang Jangan Negatif

Ancol Bau Bangkai

Banjir Berangsur Surut

Jambiupdate.com di Louching

Jembatan Gantung Huruf “S”

Hutan Tanaman Kenali Sepi Pengunjung.

Ojek Rakit Pasang Tarif

Jalan Berlobang Dan Tidak memiliki Drainase

Penumpang Boat Layang Di Tanggo Rajo Ramai

Demo WTC Isapan Jempol

Galang Bantuan di Jalanan

Tanggo Rajo Terendam

Korban Banjir Banyak Sakit

Drainase Tersumbat Pasir

Ke Sekolah Naik Perahu

Ratusan Rumah Terendam

Jalan Patimura Rusak

Pasar Talang Banjar Kumuh

Ayam Potong Ikut Naik

Harga Daging Tembus Rp 90.000

Sesuap Nasi Dari Sampah

Harga Cabai Melonjak

Macet Tiap Hari

Traffic Light Rusak

Pedagang Duku Menjamur

Jembatan Berbak Putus

Mengais Rejeki di Jembatan Aur Duri II

Raup Omzet Puluhan Juta dari Membuat Toko Online

Menengok Peluang Bisnis Angkringan

Wawan, Mengolah Kulit Pari Jadi Produk Bergengsi

Berawal dari Garasi, Kini Roti Teja-Nanik Meraja

Rekomendasi




add images