KINCAI PLAZA: Kincai Plaza Merupakan Pusat 
Perbelanjaan yang Dulunya Mewah, Namun Saat ini Beralih Fungsi Tepat 
Hiburan dan Kegiatan Penyakit Masyarakat.
KINCAI PLAZA: Kincai Plaza Merupakan Pusat Perbelanjaan yang Dulunya Mewah, Namun Saat ini Beralih Fungsi Tepat Hiburan dan Kegiatan Penyakit Masyarakat.
SUNGAIPENUH, Setelah menangkap 7 orang PSK yang sering mangkal di Kafe Lantai 3 Kincai Plaza Sungaipenuh  oleh tim gabungan Pol PP, Polisi, Satpam Minggu (31/3) lalu, namun diberi sanksi dengan membuat surat perjanjian, tetapi tetap tidak diindahkan. Pihak terkait yaitu satuan Pol-PP Kota Sungaipenuh, Pospol Kincai Plaza, Satpam melakukan tindakan dengan menutup 17 kafe yang beroperasi di lantai 3 Kincai Plaza.

Penutupan 17 kafe  tersebut berdasarkan hasil dari rapat oleh Satuan Pol-PP Kota Sungaipenuh, Kapolpos Kincai Plaza, Satpam dan Kantor Pengelola Pasar dan Parkir, Senin (1/4) di Kantor Pengelola Pasar dan Parkir Kota Sungaipenuh.

Kasi Operasional Satuan Pol-PP Kota Sungaipenuh Ade Saputra dikonfirmsi, kemarin mengatakan, pihaknya bersama Kapolpos Kincai Plaza, Satpam dan Kantor Pengelola Pasar dan Parkir telah melakukan rapat dan hasilnya kafe di kincai plaza ditutup.

“Ya, hasil rapat semua pihak terkait sepakat akan melakukan penutupan 17 kafe di Kincai Plaza, namun hasil akan kita naik nota Dinas kepada walikota serta melakukan koordinasi dengan tokoh adat Sungaipenuh dan Pondok Tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan, alasan penutup 17 kafe kincai Plaza tersebut dikarenakan telah meresahkan banyak masyarakat, Karena disinyalir menjadi tempat kegiatan penyakit masyarakat (Pekat).

”Masyarakat sudah serah keberadaan kafe dikincai plaza, maka harus ditutup,” ungkapnya.

Kepala Kantor Pengelola Pasar dan Parkir Kota Sungaipenuh Hendra Nasution mengatakan, pihaknya sepakat akan melakukan penutupan keberadaan kafe kincai plaza tersebut. Menurutnya, izin sejumlah toko di Kincai Plaza lantai 3 tersebut bukanlah untuk pendirian kafe (tempat hiburan) tetapi untuk warung makan dan minum.

“Ya, kita dan Pemko tidak ada mengeluarkan izin kafe di kincai plaza lantai 3 itu, dan berdasarkan peraturan bupati Kerinci nomor 503/40/2009  pengusaha hanya diizinkan untuk warung makan dan minum,” ungkapnya.

Melakukan penutupan aktifitas kafe tersebut, pihaknya bersama instansi terkait melakukan koordinasi dengan lembaga adat Sungaipenuh dan Pondok Tinggi.”Ya, kita akan mengundang lembaga adat, supaya adanya dukungan penutupan tempat kegiatan penyakit masyarakat ,” katanya.(sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

Jadwal Tes CPNS Sungaipenuh Diumumkan Minggu Depan

Meidrin: Jika Masyarakat Menghendaki, Saya Maju

Meidrin Joni Diminta Maju di Pilwako Sungaipenuh

Mobil Ditarik, Mantan Dewan Tak Hadiri Pelantikan

Kepastian Maju, AJB Tunggu Hasil Survei

Mulyadi Yakob Ketua DPRD Sungai Penuh

Tebing Longsor, Tiang PLN Terancam Ambruk

Guru tak Merata, Diknas Didemo Mahasiswa

Water Boom Batanghari Segera Dibuka

Nama Kepala BKD Dicatut

7 Orang PSK Terjaring Razia

Pembangunan Islamic Center Terancam Roboh

Mobil Isoteng Terus Beroperasi

Pasar Ternak Segera Difungsikan

Masjid Berkubah Wayang Jadi Tanda tanya

DPRD Optimis Anggaran 2013 Terserap

Wabup Akui Belum Banyak Torehan

5 Jembatan Gantung Bakal Dibangun

Penghujan, Petani Karet Alih Profesi

Jembatan Cakar Ayam Jadi Lokasi Memancing

SPBU Hanya Buka 4 Jam

Perserta UN 8.484

Nalim Berencana Jadi Dosen

Kematian Bayi di Tebo Meningkat

Dua Kecamatan Terancam Gagal Panen

Bantuan Bibit Karet Menurun

CPNS K1 Bakal Bertambah

TPR Mudung Darat Dinilai Mubazir

PPKTB Ajukan Tiga Lokasi Baru Relokasi TPA

4 PSK Dibina di Jambi

Puting Beliung Ngamuk di Batanghari

Banyak Jajanan Membahayakan

Pinggir Sungai Longsor, Warga Ketakutan

Kantor Camat Bahar Belum Teraliri Listrik

Kerugian Banjir Capai 35 Miliar

Tiga Daerah Rawan Kebakaran

Dishub Patok PAD Rp 543 Juta Lebih

Minyak Tanah Langka di Pasaran

PU Dipinta Perbaiki Drainase

Usulan Pembangunan 1,5 Triliun

Warga Ladang Panjang Datangi DPRD

Hari Ini Dipilih 237.891 Rakyat

Harga Karet dan Sawit Naik, Emas Turun

April, Arena MTQ Siap Digunakan

Angkutan Batubara Dialihkan ke Jalur Sungai

Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Warga Dambakan Jalan Beton

Dishubkominfo Diwarning

Penyaluran Raskin Tersendat

44 Kades Habis Masa Jabatan

e-KTP Terkendala Alat Rusak

PNS, Dominan Gugat Cerai

Menpan Beri Sinyal Terima CPNS 2013

Eks Penambang Pompong Dijanjikan Bantuan

KPID Pinta Masyarakat Kritis

Dengan 3 M, PDAM Bangun Jaringan Pipa Baru

Krisis Air Minum Segera Teratasi

Himbau Semua Elemen Jaga Kelestarian Air

Jembatan Parit V Tahun Ini Diperbaiki

238 Rumah Terendam Banjir Dadakan

Warga Enggan Lewat Kerinci-Merangin

Petrochina Ajukan Pengembangan Satu Sumur Migas

Jam Malam Wanita Tuai Pro-Kontra

Pengerjaan MTQ Kurang Pengawasan PU

Forum CSR Diakomodir 5 Perusahaan Besar

Di Kerinci, Harga Bawang Mulai Turun

Rumah Produksi Keripik Ludes Terbakar

Di Kota, Ada Rumah Belum Teraliri Listrik

2014 Tidak Ada Lagi Sekolah Rusak

Orang Adat Diminta Serius Serahkan Tanah

Jalan Batangasai Memprihatinkan

Pembangunan Arena MTQ Rusak Jalan

Keberadaan Rumah Walet Sulit Ditertibkan

Lima PSK Diamankan

PKL Taman Basket Bakal Dipindah Ke Pujasera

Minta Rio Segera Dipecat

Tiap Hari Harga Bawang Putih Naik

Belum Sebulan, Jalan Nasional Sudah Rusak

Pemkab Tetap Bangun Pasar

Handayani Terkaya, Jailani Termiskin

Peminat Pertamax di Tanjab Barat Masih Minim

Ombak Meninggi, Ikan Segar Mulai Langka

Pemkab Geser Pembangunan Jalan Longsor

Dukcapil Tetap Layani KTP Manual

Harga Solar Eceran Rp 10 Ribu

Lima Rayon Gelar O2SN Serentak

Rekomendasi