JAMBIUPDATE.CO, SUNGAIPENUH – Upaya pengentasan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Sungai Penuh selama hampir satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Alfin, SH, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Wali Kota Alfin menyampaikan, permasalahan banjir yang sebelumnya kerap terjadi setiap musim penghujan di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh kini berangsur dapat diatasi. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil dari program normalisasi sungai yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi.
BACA JUGA: Warga Kumpeh Ulu Temukan Mayat Pria Mengambang di Dalam Sumur
“Alhamdulillah, dampak dari normalisasi sungai ini sudah mulai dirasakan masyarakat. Daerah yang dulu menjadi langganan banjir saat musim hujan, sekarang jauh lebih aman,” ujar Alfin Senin (02/2/2026).
Ia menjelaskan, manfaat normalisasi sungai tidak hanya dirasakan dalam pengurangan risiko banjir, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian. Sejumlah lahan persawahan yang selama puluhan tahun tidak dapat digarap akibat genangan air kini mulai kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
BACA JUGA: Korpolairud dan Ditpolairud Polda Jambi Amankan Kapal Bermuatan Sembako Ilegal
“Selain banjir berkurang, sawah-sawah yang lama terbengkalai sekarang sudah bisa diolah kembali. Ini tentu menjadi harapan baru bagi para petani,” tambahnya.
Pemerintah Kota Sungai Penuh, lanjut Alfin, akan terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan program pengendalian banjir berjalan secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat.
Sedangkan 2026 Proyek lanjutan normalisasi Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci kembali bergulir pada tahun anggaran 2026.
BACA JUGA: Putus Mata Rantai Radikalisme, Disdik Jambi Sosialisasikan Komitmen Tolak IRET ke Kepsek se-Jambi
Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi secara resmi telah membuka tender pekerjaan tersebut dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp15,28 miliar yang bersumber dari APBN 2026.
Proyek strategis pengendalian banjir ini kembali menjadi perhatian publik, mengingat pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Merao pada tahun anggaran 2025 lalu sempat menuai kritik dan sorotan dari berbagai pihak. Meski demikian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BWSS VI Jambi tetap melanjutkan program tersebut sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), paket pekerjaan bertajuk Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Merao Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci tercatat dibuat pada 22 Januari 2026. Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek ini sebesar Rp15.280.000.000, sama dengan pagu anggaran yang disediakan.
Pelaksanaan proyek berada di bawah Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sumatera VI Provinsi Jambi. Saat ini, proses pengadaan telah memasuki tahap pengumuman pascakualifikasi.
Proyek tersebut diklasifikasikan dalam kualifikasi usaha menengah dengan metode tender pascakualifikasi satu file serta sistem evaluasi harga terendah gugur. Peserta tender diwajibkan memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) sesuai dokumen pemilihan serta pengalaman pekerjaan konstruksi sejenis dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menaruh harapan besar terhadap realisasi proyek bernilai belasan miliar rupiah ini. Selain diharapkan mampu mengurangi risiko banjir, publik juga berharap proses pelaksanaan proyek berjalan transparan, akuntabel, dan tidak kembali menimbulkan persoalan seperti pada tahun sebelumnya.(Hdp)
