(Foto: Aldi Saputra)
(Foto: Aldi Saputra)
Masih ingat dengan seekor buaya aneh yang mendadak muncul di dekat perkampungan warga Parit 15, RT 04, Dusun Bhakti Utama, Desa Karya Bhakti, Kec Rantau Rasau, Kab Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), 31 Maret 2013 lalu? Ternyata hingga kini, buaya yang diberi nama si Buntung oleh warga setempat itu, masih bertahan di sana.
 
Bahkan, buaya sepanjang 3 meter itu terlihat makin akrab saja dengan warga. Menariknya, keberadaan buaya itu akhir-akhir ini mulai banyak mengundang perhatian warga dari luar desa, bahkan dari luar Prov Jambi. Para pengunjung berdatangan dari berbagai daerah. 
 
Sore hari jumlah pengunjung biasanya makin banyak. Beberapa hari lalu, malah ada pengunjung dari Prov Bangka Belitung (Barbel). Mereka datang ramai-ramai, lantaran penasaran dan ingin melihat langsung si buaya ke lokasi. Ternyata, berita tentang kemunculan buaya ini sudah menyebar ke mana-mana 
 
"Buaya ini kelihatannya berbau mistik, sebab kemarin kami sempat mengundang orang tua yang bisa bicara dengannya. Hasilnya, buaya ini ingin tinggal di sini, tapi warga diharapkan tidak boleh mengganggu," kata Sekdes Karya Bhakti, Ngatijo. 
 
Minggu lalu, sebut Ngatijo, tim dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Prov Jambi datang untuk melihat kondisi buaya. Hingga kini kondisinya masih baik dan sehat-sehat saja. BKSDA memutuskan tidak akan membawa buaya itu, jika memang tidak mengganggu aktivitas warga. 
 
Lebih lanjut, Ngatijo menerangkan, sejak muncul 31 Maret 2013 lalu hingga saat ini belum ada tanda-tanda buaya itu akan kembali ke tempat asalnya di Sungai Batanghari. Meskipun, awal-awalnya warga sudah berupaya menggiringnya kembali ke sungai. 
 
"Lebih aneh lagi, kalau malam hari buaya itu naik ke darat dan tidur di atas parit. Paginya, ia turun lagi ke dalam parit. Kami terus menjaganya siang- malam bersama warga secara bergantian, demi keselamatannya. Makanan masih kami beri ayam dan ikan," ungkap Ngatijo via ponsel, Selasa (16/4) pagi.(*)
 
Reporter : Aldi Saputra.
Redaktur : Joni Yanto. 

 

TAGS

Komentar

Berita Terkait

Dana Operasional Bupati Tanjabtim Rp 180 Juta

Terasi Udang Diduga Gunakan Formalin

Tanjabtim Berangkatkan 50 CJH

Harga Turun, Petani Pinang Mengeluh

Jam Belajar, Siswa Angkat Mobiler

Proyek Kolam Renang Masih Diselidiki Jaksa

Truk dan Fuso Kesulitan Dapatkan Solar

Tagihan Membengkak

Rekomendasi




add images