DIVONIS HAKIM : Pelaku dalang kerusuhan antara Dusun Pedukun dan Lubuk 
Niur, Kecamatan Tanah Tumbuh divonis oleh hakim dengan hukuman 8 tahun 
penjara.
DIVONIS HAKIM : Pelaku dalang kerusuhan antara Dusun Pedukun dan Lubuk Niur, Kecamatan Tanah Tumbuh divonis oleh hakim dengan hukuman 8 tahun penjara.
BUNGO, Setelah beberapa kali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Muara Bungo, akhirnya, kedua terdakwa kasus kerusuhan antara Dusun Pedukun dan Lubuk Niur, Kecamatan Tanah Tumbuh divonis oleh hakim dengan hukuman 8 tahun penjara.

Zulfahmi dan Romli dinyatakan oleh hakim terbukti secara sah melakukan perbuatan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian atau meninggalnya orang lain.


Vonis hakim ini sendiri, sesuai dengan tuntutan yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara 8 tahun penjara.

Fahmi sendiri, dalam kasus kerusuhan antar dusun tersebut didakwa sebagai provokator, yakni mempengaruhi orang, sehingga melakukan timbulnya kerusuhan tersebut.
Kemudian, untuk Romi Faluzi didakwa sebagai pelaku penembakan yang mengakibatkan meninggalnya orang lain.

Dalam kasus kerusuhan tersebut, kedua terdakwa di dakwa dengan pasal 170 KUHP yang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain yang mengakibatkan meninggalnya orang lain.


Terkait dengan putusan hakim tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan akan melakukan banding.  “Jelas kita akan banding, karena vonis yang dijatuhkan hakim ini tidak mempertimbangkan keterangan saksi ataupun hal-hal yang meringankan terdakwa,” ujar Syahwami, penasehat hokum Romi Faluzi, saat dikofirmasi sejumlah wartawan, kemarin.


Dikatakannya, majlis hakim juga mengabaikan unsure-unsur yang meringankan terdakwa. Padahal, secara hukum, jika ada yang unsur yang meringankan terdakwa, juga menjadi bahan pertimbangan untuk hukuman terdakwa.


Dengan vonis hukuman 8 tahun, sesuai dengan tuntutan JPU, katanya hal tersebut sama dengan percuma. “Untuk apa ada unsur yang meringankan terdakwa, jika dalam putusannya juga sama dengan tuntutan JPU,” imbuhnya.


Hal senada juga dikatakan oleh Sarbaini, penasehat hukum dari Fahmi. Dirinya mengatakan, jika tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan hakim dan secara tegas menyatakan, bakal melakukan banding.


Secara jelas, katanya hakim menyatakan ada hal yang meringankan terhadap terdakwa, diantaranya belum pernah di hukum dan sudah melakukan perdamaian. “Hal yang meringankan terdakwa itu tidak ada gunanya, karena dalam putusannya justru tidak berpengaruh meringankan,” katanya.


Dirinya menyatakan, jika dalam vonis yang dijatuhkan tersebut, hakim dalam kondisi tertekan, yakni karena banyaknya massa yang selalu hadir dalam persidangan kerusuhan antar dusun tersebut.


Dalam proses persidangan sendiri, katanya keterangan saksi tidak sampai akhir, dan katanya barang bukti bahwa klienya melakukan tindakan tersebut tidak kuat, karena barang buktinya tidak ada.


“Sebenarnya dakwaanya lemah, karena dari keterangan saksi juga tidak kuat. Yang netral dalam kesaksian ini adalah dari pihak kepolisian,” tukasnya.


Untuk mengantisipasi timbulnya kerusuhan dalam sidang putusan kedua terdakwa tersebut, kemarin sebanyak 200 personil keamanan juga disiagakan di PN Bungo, termasuk 10 orang TNI dan satu pleton brimob dan Pamenang , Merangin.


“Agendanya kan  pembacaan putusan terhap dua terdakwa, dan massa yang datang juga lebih banyak dari biasanya, dan untuk mencegah timbulnya kerushan, maka kami antisipasi secara dini dengan mempersiapkan ratusan personil keamanan,” ujar AKBP Adi Affandi, Kapolres Bungo. (sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

Pendaftaran CPNS Bungo Mulai 5 September

ZA Beri Dukungan Kepada HBA

Mayang Sari, Ketua DPRD Bungo Sementara

Polres Bungo Siap Amankan Pelantikan DPRD

Pemkab Bungo Dapat Tambahan Formasi

Mantan Dirut PDAM Divonis 1,6 Tahun

Pelaku Perampokan Diburu Ke Sumsel

Curi Tabung Gas, Parizal Diringkus

Polri Terima Taruna Akpol

OKT Tenggelam Dibawah Jembatan

Empat Rumah Terbakar

Preman Angso Duo Ditangkap

Korban Ditembak, 30 Suku Emas Raib

Kasus Bandara Tunggu Audit BPKP

Sub Kontraktor PT BPIP Tewas

Bapak Gauli Anak Kandung

Truk Batu Bara Terbalik

Istri Sopir Truk Kayu Histeris

Dua Kelompok ABG Baku Hantam

Empat Lakalantas, Dua Tewas

Konflik PT Asiatic dengan Petani Berlanjut

Pulang Mancing, Kepala Pecah

Bujang Segera Diadili

Supir Angkot Fasilitasi Pencopet

RA Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pasutri Tertangkap Jual Sabu

Pencuri Mesin Dompeng Diringkus

Ditikam Saat Nongkrong Diwarung

Tiga Pos Retribusi Dirusak

Merampok, Pelajar Dikepung Massa

Kantin Unja Ludes Terbakar

Heri Cs Ditangkap di Jakarta

JPU Akan Tanggapi Pembelaan Hick

PN Tangani 47 Kasus Narkotika

5 Kendaraan Ditilang

Polisi Razia Anak Punk

Sapto Eddy Kembali Diperiksa

Polisi Kesulitan Cari Saksi Pembunuhan

Mantan Camat Dituntut 3 tahun 5 bulan

Ipda Hendrik Temui Istri Tersangka di Hotel

Lima Kendaraan Tabrakan Beruntun

Pengacara: Hich Tak Terbukti Korupsi

Mantan Dirut Divonis 20 Bulan

Lagi, Mahasiswa Jadi Korban

Polisi Amankan Motor Bodong

Tahanan Polres Kerinci Kabur

Penyidik : Modusnya, Korban Dipaksa

Pelaku Sindikat Antar Provinsi

Polisi Tangkap 61 Orang Penimbun BBM

Pencurian Helm Marak Di Merangin

Terdakwa Kerusuhan Lubuk Niur Dituntut 8 Tahun

ABG Digasak Sepuluh Pemuda

Dinonpalukan, Nelson Curigai Pesanan Pejabat

Mantan Sekda Minta Dibebaskan

Dahului Motor, Truk Terguling

Kedua Pihak Diminta Tahan Diri

Oknum Kades Diduga Tiduri Istri Orang

Anggota Polisi Nyaris Dihakimi Warga

Nelson Minta Perlindungan KY

Pelaku Perampokan Lari Keluar Daerah

Puluhan Orang Tewas di Jalan

Korban Mutilasi Masih Di RS

22 Kubik Kayu Diamankan

Inova Seruduk Dua Mobil

Sembilan Saksi Diperiksa

Ditusuk Istri, Hamsari Minta Kasus Dihentikan

Tersangka Pompong Segera Disidang

Motor Raib Saat Makan Bakso

Keluarga Korban Ngamuk di PN

Hich Dituntut 1,6 Tahun

Pemerkosaan Marak di Jambi

Nyuri di Masjid, Iwan Dihajar Massa

Direktur PT Borneo Tersangka Kasus Laptop

Dua Sepupu Kompak Menjambret

110 Jadi Call Center Polri

Tiga Pelaku Curanmor Tertangkap

Lagi, Perampokan di Daerah Rengkiling

Pelajar Dibacok Pakai Celurit

IMI Tabrak Truk PS

Gelapkan Uang Perusahaan Untuk Nikah

Pertamina Stop Suplay BBM

Raden Banding, Madjid Menunggu

Polda Kantongi Nama Tersangka Kasus Laptop

Timses AJB Diperiksa

Kaca Dipecah, Rp 316 Juta Ludes

Parkir Dikantor Pajak, Kaca Mobil Dipecah

Balita Tewas Akibat Masuk Sumur

Penimbun BBM Diamankan

Penyebar Video Porno Dihukum 4,8 Tahun

Istri Manipol Akan Lapor Mabes Polri

Lagi, Spesialis Jambret Diringkus

Larikan Istri Orang, Harpendi Dianiaya

Oknum Polisi Mengamuk

Ratusan juta Uang Palsu Beredar

Taxi Tabrak Pembatas Jalan

Posko Fasha Kemalingan

Residivis Penjambretan Diringkus

Sabu Rp 400 juta Diamankan

Akibat Hutang, Suryanto Gantung Diri

Mobil Pelangsir BBM Terbakar

Polisi Razia Sepeda Motor

Anggota KPU Provinsi Dipolisikan

Solar Langka, Brimob Tangkap 1,5 Ton Solar Ilegal

Sopinah Dicekik, Lalu Ditelanjangi

Pergoki Suami Selingkuh, DM Dianiaya

Pencuri Gasak Honda Crv di Garasi

Dituduh Ngintip, Roby Bacok Tetangga Pakai Celurit

Pria Edan Dihajar Warga

Rumah Kayu Ludes Dilalap Api

Tiga Pendemo Dihajar Ajudan Gubernur

Spesialis Pencuri Mobil Dibekuk

Kalau Tertangkap, Bunuh Saja

Kijang Terjun Ke Jurang

Pelaku Enggan Obati Korban

20 Napi Masih Buron

Ratusan Warga Mengungsi

Sopir Mabuk Tabrak Angkot

Sekolah Pungut Uang Praktik

Pencari Ikan Tewas Tenggelam

Kantor Biro Jasa Terbakar

Korban Diberi Mi Kedaluwarsa

Bagan Pete Terancam Banjir

Jambret Diamuk Massa

Bohongi Menu Halal, McDonald's AS Digugat Rp6,7 Miliar

Penangkapan Artis Jadi Pembicaraan di Rusia

BNN: Raffi Ahmad Kerap Gelar Pesta di Rumahnya

Rekomendasi




add images